111 Korban KM Mutiara Sentosa II Tiba di Tanjung Perak, Ini Kondisinya

Newswire
Newswire Senin, 03 Agustus 2026 07:17 WIB
111 Korban KM Mutiara Sentosa II Tiba di Tanjung Perak, Ini Kondisinya

Tangkapan layar - KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). ANTARA/HO-Kemenhub\r\n

Harianjogja.com, SURABAYA— Sebanyak 111 korban selamat insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar tiba di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/8/2026) dini hari. Para penyintas dievakuasi dari perairan utara Sumenep, Madura menggunakan kapal Meratus Pematang Siantar setelah menjalani proses penyelamatan di tengah laut.

Kedatangan para korban selamat turut dipantau langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi. Ia mengamati proses pendataan serta pemeriksaan kesehatan terhadap para penyintas sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah korban yang berada di Ruang Tunggu Tanpa Kursi, Gapura Surya Nusantara.

Jalani Pemeriksaan Medis

Penyintas pertama yang tiba merupakan seorang laki-laki lanjut usia. Korban dievakuasi menggunakan kursi roda yang didorong petugas BPBD dan masuk ke area pemeriksaan sekitar pukul 00.15 WIB.

Setelah tiba di dalam ruangan, korban dipindahkan dari kursi roda lalu direbahkan di atas karpet dan bantal yang telah disiapkan pihak pelabuhan. Tenaga kesehatan kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.

Sekitar empat menit berselang, seorang perempuan menjadi penyintas berikutnya yang tiba menggunakan kursi roda. Wajahnya tampak menahan rasa sakit sebelum akhirnya direbahkan di atas karpet merah dengan bantal berwarna cokelat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas.

Tidak lama kemudian, rombongan penumpang KM Mutiara Sentosa II mulai berdatangan secara berkelompok. Sebagian terlihat tidak mengenakan alas kaki dan pada pergelangan tangan kanan mereka terpasang tali berwarna hijau.

Petugas mengarahkan para penyintas untuk beristirahat di atas karpet merah panjang yang telah digelar di ruangan tersebut. Sementara itu, tim medis memeriksa kondisi kesehatan satu per satu penumpang, sedangkan petugas lainnya melakukan pendataan.

 Ceritakan Detik-Detik Menyelamatkan Diri

Salah seorang penyintas, Bambang asal Tulungagung, mengatakan dirinya bersama rombongan dan penumpang lain diarahkan menuju anjungan kapal ketika kobaran api semakin membesar.

"Kapal masih terapung, tapi posisi sudah miring. Saat api menjalar ke depan, sudah ke depan baru loncat semuanya itu. Soalnya api dari tengah terus ke belakang, makanya rombongan ke depan semuanya," ucapnya.

Menurut Bambang, para penumpang baru melompat ke laut setelah ada kapal yang mendekat ke lokasi kejadian. Seluruh proses dilakukan atas arahan petugas.

"Ada yang mengarahkan. Cuman kan kita nunggu kapal yang yang mendekat dulu, baru kita disuruh loncat," ungkap Bambang.

Ia menuturkan dirinya bersama penumpang lainnya sempat terombang-ambing di laut selama dua hingga tiga jam menggunakan life jacket sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Bambang juga menjelaskan dirinya bersama enam orang rombongannya berhasil dievakuasi oleh kapal Meratus Pematang Siantar sekitar pukul 13.30 WIB.

Basarnas Perbarui Data Korban

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P. H menyampaikan hingga Minggu (2/8/2026) pukul 21.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 236 orang.

"Update hingga pukul 21.00 WIB total korban terevakuasi selamat sebanyak 231 orang dan meninggal dunia sebanyak lima orang," ujar Nanang dalam keterangannya.

Rinciannya, sebanyak 113 orang dievakuasi kapal Meratus Pematang Siantar, terdiri atas 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.

Sebanyak 66 orang lainnya dievakuasi kapal TB Hasnur 26, dengan rincian 65 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, Meratus Project 3 mengevakuasi 14 penumpang, terdiri atas 13 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Kapal Ferindo I mengevakuasi 17 penumpang dan seluruhnya dalam keadaan selamat serta tengah bergerak menuju Surabaya.

Adapun kapal Prakarsa Mas mengevakuasi enam orang yang seluruhnya selamat sebelum dipindahkan ke kapal Selaras Mas. Kapal SC Aila XVII mengevakuasi sembilan orang dalam kondisi selamat yang kemudian ditransfer ke KM SAR Permadi menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Selanjutnya, Selaras Mas mengevakuasi 13 orang yang seluruhnya selamat dan dalam perjalanan menuju Surabaya. Kapal British Mentor menyelamatkan dua orang dalam keadaan selamat, sedangkan Alcon Daniel mengevakuasi satu orang yang dinyatakan meninggal dunia. Satu korban lainnya berhasil dievakuasi nelayan Ambunten dalam kondisi selamat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online