BEI Perkirakan Short Selling Bisa Tambah Likuiditas hingga 17 Persen
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, yan tertutup kabut asap, Kamis (17/9/2026)./Antara-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, PALEMBANG— Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).
Jarak pandang di sekitar Bandara SMB II Palembang turun hingga 700 meter pada pukul 06.00-07.00 WIB. Kondisi tersebut membuat empat penerbangan yang dijadwalkan tiba di Palembang mengalami keterlambatan pendaratan.
Airport Operation Center Head Bandara SMB II Palembang, Parolan Simanjuntak, mengatakan empat pesawat sempat melakukan holding atau berputar di udara selama sekitar 10 hingga 20 menit akibat jarak pandang yang terbatas.
“Delay mendarat, untuk empat flight itu terkait dengan pendaratan semua,” katanya.
Jarak Pandang Turun 700 Meter
Parolan menjelaskan kabut asap membuat jarak pandang di area Bandara SMB II Palembang hanya mencapai 700 meter pada pukul 06.00-07.00 WIB.
Padahal, pendaratan pesawat membutuhkan jarak pandang minimal 800 meter. Karena kondisi belum memenuhi standar tersebut, pihak bandara menggeser waktu pendaratan pesawat sekitar 10 hingga 30 menit sampai jarak pandang kembali membaik.
Empat penerbangan yang terdampak seluruhnya merupakan penerbangan kedatangan atau arrival.
Berikut jadwal dan waktu aktual pendaratan empat pesawat tersebut:
Kondisi tersebut membuat sejumlah pesawat harus menunggu di udara sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mendarat setelah jarak pandang membaik.
Keberangkatan dari Palembang Tidak Terganggu
Meski menghambat penerbangan kedatangan, kabut asap tidak berdampak terhadap jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara SMB II Palembang.
Parolan mengatakan jarak pandang mulai berangsur normal pada pukul 08.00 WIB. Dengan kondisi tersebut, penerbangan keberangkatan tetap dapat berjalan.
“Untuk keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang itu tidak mengalami kendala,” jelasnya.
Parolan menambahkan, dalam minggu ini belum terdapat penerbangan lain yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap.
Gangguan penerbangan terakhir sebelum kejadian tersebut terjadi pada 23 Agustus 2026. Saat itu, gangguan penerbangan disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hingga saat ini, pihak Bandara SMB II Palembang juga belum memiliki rencana untuk mengubah jadwal penerbangan, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Dengan membaiknya jarak pandang sejak pukul 08.00 WIB, aktivitas penerbangan di Bandara SMB II Palembang tetap berlangsung tanpa perubahan jadwal yang direncanakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
25 merek beras fortifikasi ditarik dan izinnya dicabut. Mendag Budi Santoso memastikan stok beras di ritel tetap aman.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kopaska dan Dislambair TNI AL menemukan bukti di lokasi karam KM Virgo Transport 8 untuk mendukung investigasi KNKT.
Dasco menyebut ketum parpol belum menentukan parliamentary threshold dalam RUU Pemilu. Gerindra sebelumnya menyatakan setuju PT 5%.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.