BNPB Gelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya Cegah Karhutla
BNPB dan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya untuk mencegah meluasnya karhutla.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, ANKARA—Dorongan untuk segera mengakhiri konflik dengan Iran justru berjalan beriringan dengan peningkatan tekanan militer dari Amerika Serikat, menciptakan situasi yang semakin tidak pasti di kawasan.
Presiden Donald Trump disebut menargetkan konflik dapat selesai dalam hitungan pekan. Target ini disampaikan kepada para penasihatnya guna menghindari perang berkepanjangan, meski di lapangan tekanan terhadap Teheran belum menunjukkan tanda mereda.
Laporan The Wall Street Journal, Kamis (26/3/2026) menyebut Trump meminta timnya tetap berpegang pada kerangka waktu tersebut. Pemerintah AS juga berharap konflik mereda sebelum agenda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada pertengahan Mei.
Namun, di tengah dorongan damai itu, pendekatan keras tetap disiapkan. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan Trump menginginkan penyelesaian damai, tetapi siap meningkatkan tekanan jika Iran tidak menerima kondisi yang ada.
Pernyataan ini muncul setelah Washington menunda rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran menyusul pembicaraan selama tiga hari yang disebut produktif. Di sisi lain, Iran justru membantah adanya dialog tersebut.
Leavitt juga menegaskan bahwa jika Teheran tidak mengakui kekalahan militernya, maka tekanan yang diberikan akan jauh lebih besar. Ia menyebut presiden siap mengambil langkah tegas dan tidak sekadar menggertak.
Upaya diplomasi tetap berjalan melalui proposal 15 poin yang diajukan AS. Proposal itu mencakup isu program nuklir, rudal balistik, hingga keamanan maritim di Selat Hormuz.
Namun, Iran menolak rencana tersebut dan mengajukan syarat sendiri, termasuk penghentian penuh serangan yang mereka sebut sebagai bentuk agresi. Perbedaan posisi ini membuat peluang kesepakatan cepat masih penuh ketidakpastian.
Di internal pemerintahan AS, muncul perbedaan pendekatan. Sejumlah sekutu mendorong langkah lebih agresif, sementara lainnya mengedepankan jalur diplomasi.
Tekanan terhadap Trump juga datang dari dalam negeri. Serangan militer ke Iran membuatnya harus menyeimbangkan kebijakan luar negeri dengan agenda domestik, termasuk pemilu paruh waktu yang semakin dekat.
Sebagai konteks, konflik memanas sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Serangan balasan Iran kemudian meluas ke kawasan, memicu gangguan terhadap jalur energi global dan meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Situasi terbaru menunjukkan bahwa meski target damai dikejar cepat, realitas di lapangan justru bergerak ke arah tekanan yang semakin intens.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB dan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya untuk mencegah meluasnya karhutla.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.