Kapal Pembawa Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Banten Cek Pulau Sebesi
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency
Harianjogja.com, TEHERAN— Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim tidak ada teknologi canggih, termasuk teknologi milik Amerika Serikat (AS), yang mampu menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz.
Klaim tersebut disampaikan juru bicara IRGC Hossein Mohebbi pada Selasa (8/9), setelah pasukan Iran menyatakan telah menemukan dan menyita drone bawah laut militer AS di pintu masuk Selat Hormuz.
"Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tidak ada teknologi canggih yang dapat melewati lapisan sistem pengawasan kami di Selat Hormuz," kata Mohebbi, seperti dikutip IRGC.
IRGC sebelumnya pada hari yang sama menyatakan telah menyita drone bawah laut AS jenis Dive-LD. Perangkat tersebut disebut sebagai drone bawah laut AS yang canggih dan IRGC juga memublikasikan foto perangkat tersebut.
Ketegangan Iran-AS Kembali Memanas
Klaim mengenai drone bawah laut tersebut muncul di tengah konflik Iran dengan AS dan Israel yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.
Pada 28 Februari, pasukan AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tidak lama setelah kesepakatan tersebut, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan. Permusuhan antara kedua pihak juga masih sesekali kembali terjadi.
Di tengah situasi tersebut, Washington memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan tekanan finansial tambahan bagi Teheran.
AS Klaim Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran
Di sisi lain, pasukan AS sebelumnya dilaporkan menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. Klaim tersebut disampaikan setelah IRGC dua kali menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dalam dua hari terakhir.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan informasi tersebut pada Selasa (8/9). CENTCOM menyebut kapal perang AS berhasil menghindari serangan Iran dan tetap melakukan patroli di kawasan tersebut.
"Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran tersebut dan terus berpatroli di perairan kawasan itu. Tidak ada personel Amerika yang terluka," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan eskalasi ketegangan yang berlangsung di tengah konflik kedua negara. Aktivitas militer di kawasan perairan juga beriringan dengan tekanan ekonomi yang dilakukan Washington terhadap Teheran.
Rubio: Iran Akan Kehilangan Kapal Tanker
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya pada Selasa (8/9) mengatakan Iran akan terus kehilangan kapal tanker setiap kali berupaya menyerang kapal Angkatan Laut AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kolombia.
"Iran terus berusaha menyerang kapal Angkatan Laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker. Dan menurut saya, Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," kata Rubio kepada para wartawan saat kunjungannya ke Kolombia.
Pernyataan Rubio tersebut disampaikan setelah laporan mengenai serangkaian insiden yang melibatkan kapal tanker dan kapal perang di kawasan tersebut.
Kapal Tanker Dilaporkan Diserang
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan sebuah kapal tanker terkena serangan di dekat area labuh jangkar Pulau Kharg. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut dan seluruh awak kapal telah dievakuasi.
Secara terpisah, lembaga penyiaran negara Iran IRIB melaporkan dua kapal tanker minyak diserang di dekat pelabuhan Jask. Awak kapal dari kedua kapal tersebut kemudian dievakuasi ke daratan menggunakan sekoci.
Rangkaian laporan tersebut muncul bersamaan dengan klaim IRGC mengenai keberhasilan sistem pengawasan Iran mendeteksi drone bawah laut AS di pintu masuk Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Anggota DPR RI Iman Sukri meminta pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda dioptimalkan dan area pencarian diperluas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.
PM Inggris Andy Burnham menegaskan tak akan diam atas penderitaan Palestina dan ancaman terhadap solusi dua negara.
Daftar promo September 9.9 2026, mulai diskon makanan, Traveloka, Lawson, Superindo hingga promo Bank BNI.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menggandeng PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII untuk memperkuat pembiayaan