Prabowo Temui Megawati, Ini Isi Pembicaraan di Teuku Umar

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 13:57 WIB
Prabowo Temui Megawati, Ini Isi Pembicaraan di Teuku Umar

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat Proses Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026)/Bisnis-Abdurachman\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menemui Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.

Pertemuan Prabowo dan Megawati itu berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Ketua DPP PDIP Puan Maharani bahkan menyebut hubungan kedua tokoh tersebut seperti ungkapan "jauh di mata, dekat di hati".

Puan mengatakan pertemuan tersebut menunjukkan keakraban Prabowo dan Megawati. Karena keduanya telah bertemu secara langsung, Ketua DPR RI itu meminta agar tidak ada lagi pihak yang mencoba memecah belah atau menggambarkan hubungan keduanya seolah tidak akrab.

"Jadi intinya adalah kami tetap seperti keluarga, jauh di mata, tetapi selalu dekat di hati," kata Puan usai memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Prabowo dan Megawati Sempat Bicara Bangsa dan Negara

Puan menjelaskan kedatangan Prabowo ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar merupakan bentuk takziah sekaligus penyampaian belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.

Prabowo sebelumnya berhalangan hadir ketika mendiang Guruh dimakamkan. Karena itu, Presiden datang langsung untuk menyampaikan duka cita dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Di luar agenda takziah, Prabowo dan Megawati juga sempat berbincang mengenai bangsa dan negara. Namun, Puan menekankan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam nuansa silaturahmi.

"Dari fotonya kan kelihatan akrab banget lah," kata Puan.

Guruh Soekarnoputra merupakan putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno sekaligus adik dari Megawati.

PDIP Sebut Tak Ada Pembicaraan Politik

Ketua DPP PDIP Said Abdullah memberikan penjelasan mengenai isi pertemuan tersebut. Menurut Said, pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung secara personal dan akrab tanpa pembahasan mengenai politik.

"Sama sekali tidak ada pembicaraan lainnya, apalagi bicara politik," kata Said dalam keterangan di Jakarta, Selasa, seperti dilansir dari Antaranews.

Said menyebut kunjungan Prabowo murni untuk menyampaikan belasungkawa kepada Megawati atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga silaturahmi antara Prabowo dan Megawati sebagai sahabat.

Dalam kunjungan ke kediaman Megawati itu, Prabowo didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya.

Menurut Said, Prabowo sebelumnya belum sempat bertakziah secara langsung ketika jenazah Guruh Soekarnoputra disemayamkan hingga prosesi pemakaman. Kondisi tersebut terjadi karena padatnya agenda pemerintahan dan kenegaraan.

Diisi Doa untuk Guruh dan Prabowo

Said mengatakan pertemuan Prabowo dan Megawati juga diisi dengan doa. Prabowo mendoakan agar Guruh Soekarnoputra mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sebaliknya, Megawati turut mendoakan Prabowo agar diberikan keberkahan dan kesehatan sehingga dapat menjalankan tugas sebagai pemimpin nasional.

"Sebagai sahabat, tentu Ibu Mega sangat terharu atas perhatian Bapak Presiden," ujar Said.

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan PDIP, pertemuan Prabowo dan Megawati di Jalan Teuku Umar berlangsung dalam rangka takziah sekaligus silaturahmi. PDIP menyatakan tidak ada pembahasan mengenai agenda politik dalam pertemuan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online