Bulog Terapkan Formula 2-3-4 untuk Jaga Mutu Beras SPHP

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 20:47 WIB
Bulog Terapkan Formula 2-3-4 untuk Jaga Mutu Beras SPHP

Beras SPHP. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Perum Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras untuk menjaga mutu beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan kepada masyarakat. Bulog kini menerapkan formula pencampuran stok beras 2-3-4 sebelum beras dikeluarkan dari gudang.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut merupakan perubahan dari pola pengeluaran stok yang sebelumnya menggunakan prinsip first in first out (FIFO).

“Sekarang kami ubah dengan kebijakan menggunakan mixing. Beras-beras yang ada di gudang itu, mixing-nya 2-3-4,” kata Ahmad seusai Rapat Koordinasi KDKMP di Jakarta, Selasa.

Dalam sistem FIFO, beras yang lebih dahulu masuk ke gudang menjadi stok yang lebih dahulu dikeluarkan. Namun, pola tersebut dievaluasi karena beras yang telah lama tersimpan berpotensi mengalami penurunan mutu ketika didistribusikan.

“Kalau first in first out, pasti kan beras yang dulu datang, tua, yang lama-lama. Begitu dikeluarkan hasilnya jelek,” ujarnya.

Begini Formula Mixing Beras 2-3-4

Ahmad menjelaskan formula 2-3-4 dilakukan dengan mencampurkan beras berdasarkan usia penyimpanan. Komposisinya terdiri dari dua bagian beras stok lama, tiga bagian beras dengan masa simpan sekitar enam bulan, dan empat bagian beras yang lebih baru.

“Jadi 2-3-4 itu, dua bagian yang lama, tiga bagian yang sedang yang simpannya masih enam bulan, kemudian yang baru yang simpannya baru dua bulan atau tiga bulan, itu yang empat bagian,” ucap Ahmad.

Menurut dia, pencampuran tersebut dilakukan untuk menjaga mutu beras yang nantinya disalurkan kepada masyarakat.

Kebijakan pengelolaan stok ini terutama berkaitan dengan beras bantuan pangan dan beras medium, termasuk beras yang disalurkan melalui program SPHP.

Beda Beras Medium dan Premium

Dalam membedakan beras medium dan premium, salah satu indikator yang digunakan adalah persentase butir patah.

Ahmad menjelaskan beras medium memiliki batas maksimal butir patah sebesar 25 persen. Sementara itu, beras premium memiliki batas maksimal butir patah 15 persen.

Ketentuan tersebut sejalan dengan standar mutu beras pemerintah yang menetapkan persentase butir patah maksimal 25 persen untuk beras medium dan 15 persen untuk beras premium.

Selain persentase butir patah, kadar air juga menjadi bagian dari standar mutu. Untuk beras medium maupun premium, kadar air ditetapkan maksimal 14 persen.

Proses pemolesan kedua jenis beras tersebut juga berbeda. Beras premium melalui proses pemolesan sebanyak tiga kali, sedangkan beras medium dipoles sebanyak dua kali.

Beras Medium Jadi Instrumen SPHP 2026

Pada 2026, pemerintah menggunakan beras medium sebagai instrumen dalam program SPHP. Program tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus mempertahankan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Melalui pengelolaan stok dengan formula mixing 2-3-4, Bulog berupaya mempertahankan mutu beras yang disalurkan, khususnya untuk kebutuhan bantuan pangan dan program SPHP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online