Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Rudal Iran- Photo by Moslem Daneshzadeh on Unsplash via MUI.or.id\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Kemampuan rudal Iran dalam membidik aset Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Serangkaian serangan Iran terhadap kapal perang AS disebut menunjukkan peningkatan kemampuan persenjataan Teheran.
Belum ada laporan mengenai kapal perang AS yang berhasil dihantam rudal Iran. Namun, kemampuan Teheran mengarahkan serangan terhadap aset yang bergerak dinilai meningkatkan ancaman bagi pasukan AS di kawasan.
Sejumlah pejabat dan analis AS bahkan mempertanyakan kemungkinan Iran memperoleh bantuan dari Rusia atau China, terutama berupa teknologi maupun informasi untuk melacak posisi kapal perang AS.
Rudal Iran Disebut Makin Canggih
Iran meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS di Selat Hormuz. Pada Senin, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah kapal perang AS yang beroperasi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Iran juga meluncurkan rudal balistik ke arah kapal induk AS dan kapal perusak berpeluru kendali pada Sabtu (5/9/2026).
Otoritas AS mengakui Iran telah menggunakan rudal balistik untuk menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Namun, Washington memperingatkan bahwa upaya menyerang kapal perang AS secara langsung merupakan bentuk eskalasi besar.
Serangan terbaru menjadi perhatian setelah media pemerintah Iran mengklaim Teheran menggunakan rudal baru dengan teknologi pencari target untuk membidik kapal perang AS.
Analis senjata menyebut rudal tersebut berpotensi menggunakan sensor elektrooptik dan teknologi pencitraan untuk membantu mengenai target yang bergerak. Kemampuan ini menjadi salah satu indikator penting kecanggihan rudal Iran.
Rudal dengan sistem pencari target memiliki kemampuan lebih besar untuk mengarahkan serangan terhadap sasaran bergerak dibandingkan rudal yang hanya mengandalkan koordinat yang telah ditentukan sebelumnya.
Iran Punya Rudal dengan Teknologi Pencari Target
John Caves, peneliti senior di Wisconsin Project on Nuclear Arms Control, mengatakan Iran sebelumnya telah mengembangkan rudal dengan kemampuan pencari target.
Salah satunya adalah Qassem Bassir, rudal balistik jarak menengah yang diperkenalkan Iran pada 2025 dan dilengkapi teknologi pencari target. Menurut Caves, rudal Iran lainnya, termasuk Khalij Fars, juga menggunakan teknologi serupa.
Kemampuan tersebut memungkinkan rudal menggunakan sistem sensor untuk membantu menentukan dan mengarahkan serangan menuju sasaran.
Teknologi itu menjadi perhatian dalam konteks serangan terhadap kapal perang AS. Kapal perang merupakan target yang terus bergerak sehingga kemampuan menemukan dan mempertahankan pelacakan terhadap sasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan serangan.
AS Khawatir Iran Dibantu Rusia atau China
Meski memiliki rudal dengan kemampuan pencari target, Iran tetap menghadapi tantangan untuk mengetahui lokasi kapal perang AS sebelum rudal diluncurkan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Teheran dapat memperoleh informasi mengenai posisi aset Angkatan Laut AS.
Wall Street Journal melaporkan sejumlah pejabat Amerika yang mengetahui serangan tersebut khawatir Iran mungkin memperoleh bantuan dari China atau Rusia. Kekhawatiran itu terutama berkaitan dengan kemampuan pengawasan dan pelacakan terhadap aset militer AS di kawasan.
John “Fozzie” Miller, mantan wakil laksamana Angkatan Laut AS, mengatakan kemampuan Iran menargetkan kapal perang AS meskipun Washington berupaya mengurangi kemampuan pengawasan lawan menjadi perhatian serius.
Dengan demikian, ancaman tidak hanya berasal dari kemampuan rudal Iran, tetapi juga dari kemampuan Teheran memperoleh informasi mengenai posisi sasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Pemerintah menyiapkan bantuan beras 30 kg untuk Oktober–Desember 2026. Simak cara cek bansos melalui situs resmi Kemensos dengan NIK KTP.
Hakim memutuskan eksepsi Febrie Adriansyah dipertimbangkan bersama putusan akhir. Sidang dugaan pemerasan dan TPPU berlanjut pada November.
Galur, Kulon Progo, mencatat 148 hari tanpa hujan hingga 20 Oktober 2026. BMKG menjelaskan penyebab hujan belum merata dan prakiraan musim hujan.
ESDM membuka rekrutmen Pengawal Energi 2026 untuk 108 personel. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan jadwal seleksi sebelum 1 November.
Pemegang hak lagu Elvis Presley menggugat Anthropic atas dugaan penggunaan 274 lagu untuk melatih AI Claude. Nilai tuntutan mencapai US$41 juta.