ASDP Kerahkan 27 Kapal untuk Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk

Newswire
Newswire Selasa, 29 September 2026 14:17 WIB
ASDP Kerahkan 27 Kapal untuk Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan truk logistik di area parkir Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur./Antara-Budi Candra Setya

Harianjogja.com, BANYUWANGI— PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kapasitas angkut kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang. Langkah tersebut dilakukan dengan menyesuaikan pola operasi kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali), dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan dan waktu tunggu yang terjadi selama proses pemulihan layanan.

"Kami memahami antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi logistik, dan fokus kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean secara terukur, dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia tanpa mengurangi aspek keselamatan," kata Heru Widodo dalam keterangannya yang diterima di Banyuwangi, Selasa.

Pola Operasi Kapal Disesuaikan dengan Kondisi Antrean

Heru mengatakan perkembangan kondisi di lapangan terus dipantau untuk menjadi dasar dalam melakukan penyesuaian pola operasi. Kapasitas kapal, distribusi muatan, serta pola perjalanan diatur secara dinamis mengikuti kondisi antrean di kedua sisi lintasan.

Menurut dia, ketika kondisi di salah satu sisi lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai lebih terkendali, kapasitas yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada sisi yang masih mengalami antrean.

"Seluruh langkah ini terus kami evaluasi, agar pemulihan berlangsung semakin efektif hingga kondisi kembali stabil," kata dia.

Antrean Kendaraan di Ketapang Capai 8,5 Kilometer

Berdasarkan kondisi hingga Selasa (29/9) pukul 06.00 WIB, panjang antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang tercatat sekitar 8,5 kilometer.

Titik ekor antrean berada di sekitar Pantai Sangkong, Parasputih. Waktu tunggu antrean tercatat sekitar 34 menit dengan kendaraan logistik mendominasi antrean tersebut.

Sementara itu, kondisi di sisi Pelabuhan Gilimanuk berbeda. Hingga waktu pemantauan tersebut, tidak terdapat antrean kendaraan di sisi Gilimanuk.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi ASDP untuk mengoptimalkan kapasitas angkut yang tersedia dan mengatur perjalanan kapal secara dinamis sesuai perkembangan antrean di lapangan.

27 Kapal Dikerahkan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

Untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan, sebanyak 27 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. ASDP juga memperkuat pola perjalanan hingga mencapai 8 trip.

Armada tersebut terdiri atas 14 kapal reguler yang melayani penyeberangan melalui Dermaga MB. Selain itu, terdapat sembilan kapal reguler yang melayani melalui Dermaga LCM.

"Selain itu, terdapat pula empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB) yang turut memperkuat layanan, terdiri atas satu kapal di Dermaga MB dan tiga kapal di Dermaga LCM," kata Heru Widodo.

Penguatan armada dan penyesuaian pola perjalanan tersebut dilakukan ASDP sebagai bagian dari upaya mempercepat pergerakan kendaraan, khususnya pada sisi lintasan yang masih mengalami antrean.

ASDP menyatakan seluruh langkah pengaturan kapasitas, distribusi muatan, dan pola perjalanan terus dievaluasi agar proses pemulihan layanan berjalan semakin efektif hingga kondisi penyeberangan kembali stabil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online