Danantara Buka Kondisi BUMN Properti yang Sedang Tertekan
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengakui terdapat manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih yang mengundurkan diri di tengah polemik penempatan yang jauh dari domisili.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan jumlah manajer yang mengundurkan diri karena persoalan tersebut tidak banyak.
“Ada. Enggak banyak, sedikit,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).
Ferry menjelaskan sekitar 1.900 manajer atau 11% dari manajer Kopdes yang telah ditempatkan berada di luar provinsi domisilinya. Penempatan lintas provinsi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di daerah yang masih membutuhkan manajer.
“Jumlahnya kurang lebih 1.900 atau sekitar 11% dari manajer Kopdes yang ditempatkan lintas provinsi. Tapi pengertian penempatan lintas provinsi itu dimaksudkan semata-mata untuk mengisi kekurangan SDM di daerah-daerah yang perlu ada penempatan,” katanya.
Status Manajer Tak Langsung Dicoret
Ferry mengatakan pemerintah bersama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tidak akan langsung mendiskualifikasi manajer yang mendapatkan penempatan lintas provinsi.
Status para manajer tersebut akan tetap dipertahankan sambil menunggu pembangunan koperasi desa selesai. Setelah pembangunan rampung, pemerintah akan mencari solusi terkait lokasi penempatan mereka.
“Kami kemarin juga sudah bersama PT Agrinas Pangan Nusantara akan tetap mempertahankan statusnya, dan kemudian tidak kita diskualifikasi, dan pertahankan sambil menunggu bangunan koperasi desa kurang lebihnya selesai, kemudian kita carikan solusi,” tuturnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan penempatan manajer Kopdes/Kel Merah Putih yang mendapat lokasi jauh dari tempat tinggal.
Zulhas: Penempatan Jauh Akan Disesuaikan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemerintah memahami keluhan mengenai penempatan manajer yang jauh dari domisili.
Menurut Zulhas, lebih dari 30.000 manajer telah menjalani pelatihan. Sementara itu, jumlah koperasi yang tersedia belum sebanyak jumlah manajer yang telah disiapkan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sebagian manajer untuk sementara ditempatkan jauh dari domisili sebelum nantinya lokasi penempatan disesuaikan dengan koperasi yang lebih dekat.
“Misalnya ada satu contoh, tinggal di depok, ditaruhnya di Gorontalo. Itu kejauhan, itu nanti akan disesuaikan, yang penting tempatnya sekarang dia tekan terima dulu [offering letter], agar status nggak gugur, nanti disesuaikan tempat yang terdekat,” tandas Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.