Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mematangkan tahapan seleksi peserta Program Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mampu menampung hingga 30.000 siswa pada tahun 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan realisasi kapasitas tersebut bergantung pada penyelesaian pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang kini tengah dikebut bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Saat ini kami sedang menyiapkan proses seleksi untuk tahun ini. Ada alokasi sekitar 30 ribu siswa. Jika seluruh gedung permanen selesai sesuai rencana, insyaallah semuanya bisa tertampung,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, setiap unit gedung Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 300 peserta didik yang terbagi merata di tiga jenjang pendidikan.
“Masing-masing gedung terdiri dari 100 siswa SD, 100 siswa SMP, dan 100 siswa SMA,” jelasnya.
Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia pendukung, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga tim khusus untuk proses seleksi siswa.
Seleksi calon peserta akan melibatkan lintas instansi, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan akurasi data penerima manfaat.
Gus Ipul menegaskan program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1) dan keluarga miskin (desil 2). Penetapan akhir calon siswa nantinya juga memerlukan persetujuan kepala daerah masing-masing.
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas agar proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan bebas dari praktik tidak sehat.
“Arahan Presiden sangat jelas, tidak boleh ada titipan atau suap. Tim seleksi harus benar-benar memilih anak-anak yang sesuai kriteria agar program ini tepat sasaran,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.