43 Ribu Anak Kembali Sekolah, Teddy Soroti Mutu Sekolah Rakyat

Newswire
Newswire Sabtu, 08 Agustus 2026 23:47 WIB
43 Ribu Anak Kembali Sekolah, Teddy Soroti Mutu Sekolah Rakyat

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, JAKARTA— Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memiliki mutu pendidikan yang tidak kalah dibandingkan sekolah lainnya. Menurut dia, program tersebut dirancang untuk membuka kembali akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah atau tidak bersekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Sabtu. Ia menanggapi anggapan yang mempertanyakan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa?" ujar Teddy.

Lebih dari 43 Ribu Anak Kembali Mendapat Pendidikan

Teddy menyebut hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, maupun menjalani keseharian di jalanan telah kembali memperoleh kesempatan untuk menimba ilmu melalui Sekolah Rakyat.

Kesempatan tersebut diberikan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Teddy, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan yang mendukung proses pendidikan mereka.

Para siswa mendapatkan tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, pendidikan ilmu dan adab, serta fasilitas belajar yang layak.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari konsep pendidikan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Teddy menilai capaian para siswa menjadi salah satu indikator bahwa kualitas pendidikan di sekolah tersebut mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Tujuh Siswa SRMA 26 Makassar Raih Prestasi

Salah satu capaian yang disoroti Teddy datang dari tujuh siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. Mereka berhasil meraih juara dalam sejumlah kompetisi.

Kompetisi yang diikuti para siswa tersebut yakni Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), serta Airlangga Competition.

Prestasi itu diraih dalam sejumlah bidang, di antaranya Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Capaian tersebut disebut Teddy sebagai salah satu bukti kemampuan siswa Sekolah Rakyat untuk berprestasi dalam kompetisi.

Keberhasilan tujuh siswa SRMA 26 Makassar juga menjadi gambaran bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan akademiknya.

Sekolah Rakyat Tak Hanya Mengejar Prestasi Akademik

Teddy mengatakan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pencapaian akademik. Program tersebut juga diarahkan agar para siswa memiliki karakter dan akhlak yang baik.

"Insyaallah di sini, di Sekolah Rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar, bercita-cita tinggi," kata Teddy.

Menurut dia, pendidikan yang diberikan di Sekolah Rakyat diharapkan dapat membentuk siswa yang memiliki kemampuan sekaligus nilai-nilai kehidupan. Karena itu, aspek ilmu dan adab menjadi bagian dari pendidikan yang dijalankan.

"Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga anak-anak yang beradab," ujarnya.

Dengan lebih dari 43 ribu anak yang disebut telah kembali memperoleh kesempatan bersekolah hingga Agustus 2026, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai salah satu sarana untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di sisi lain, prestasi siswa dalam ONI, KPSD, dan Airlangga Competition menjadi capaian yang digunakan untuk menunjukkan kualitas pendidikan program tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online