Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyamakan standar kualifikasi pengemudi layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden mobil pengantar makanan menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.
Dadan menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama ini pelayanan MBG di sekolah tersebut berjalan lancar sejak 24 Maret 2025. Namun, insiden terjadi karena sopir utama sedang sakit sehingga SPPG menunjuk sopir cadangan. Meski sopir pengganti memiliki SIM, ia diduga kurang berpengalaman. “Kami masih mendalami penyebab pastinya,” ujarnya.
Hingga laporan terakhir, terdapat 22 korban luka-luka, dengan 11 siswa sudah diperbolehkan pulang. Empat korban masih dirawat di RSUD Cilincing, sementara tujuh lainnya—termasuk satu guru—dirawat di RS Koja. Dua di antaranya membutuhkan perawatan intensif. Dadan memastikan seluruh biaya ditanggung BGN dan meminta rumah sakit memberikan penanganan terbaik. Ia menegaskan evaluasi menyeluruh terus dilakukan, termasuk kewajiban pengecekan kendaraan dan pemilihan sopir cadangan yang memiliki kompetensi setara.
"Pelayanan MBG di SD itu sudah terjadi dari tanggal 24 Maret 2025, dan sejauh ini lancar karena dilakukan dengan sebaik-baiknya. Namun, dalam hal ini, sopir utamanya sakit, sehingga kepala SPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM, mungkin hanya kurang pengalaman, dan kami masih dalami penyebab kejadiannya," katanya di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan laporan terakhir, insiden tersebut menimbulkan 22 korban luka-luka. Namun, 11 siswa sudah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan empat korban masih ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.
"Ada yang dirawat di Rumah Sakit Koja tujuh orang, termasuk satu orang guru. Dua di antaranya memang harus dirawat intensif, yang satu dalam keadaan sangat stabil, yang satu sudah ditangani oleh tiga orang dokter ahli bedah saraf, dan ahli penyakit anak. Jadi, mereka sedang ditangani dengan intensif dan saya sudah minta kepada pihak rumah sakit untuk melakukan yang terbaik. Semua biaya ditangani oleh BGN," paparnya.
Dadan menegaskan, pihak BGN secara berkelanjutan terus melakukan evaluasi terkait perekrutan sopir atau pegawai-pegawai SPPG yang lain agar nantinya kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Selama ini kan juga kita sudah lakukan, bahkan di dalam petunjuk teknis kami sudah tertulis bahwa mobil sebelum digunakan untuk pengiriman itu wajib dicek setiap hari. Dengan adanya kasus penggantian sopir, ini kelihatannya menjadi masukan baru bagi BGN agar kepala SPPG secara cermat mengganti atau memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.