Tol Jogja-Solo Capai 98%, Kapan Bisa Mulai Beroperasi?
Progres Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani mencapai 98%. Jasa Marga menyebut pembangunan terus dipercepat.
Polda Jawa Tengah dan 35 Polres jajaran menggelar operasi pemberantasan premanisme serentak pada Sabtu (10/5/2025) malam hingga Minggu dini hari. /Antara.
Harianjogja.com, SEMARANG—Polda Jawa Tengah dan 35 Polres jajaran menggelar operasi pemberantasan premanisme serentak pada Sabtu (10/5/2025) malam hingga Minggu dini hari.
Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Basya Radyananda mengatakan ratusan orang ditangkap dalam operasi tersebut.
BACA JUGA: Ratusan Preman Ditangkap dalam Operasi 8 Hari di Jawa Timur
Ia menyebut para pelaku yang diringkus dalam operasi tersebut antara lain pelaku tawuran, balap liar, juru parkir liar, pengamen, hingga sejumlah orang yang mabuk di tempat umum. "Ada 18 pemabuk serta enam penjual minuman beralkohol," katanya.
Basya menjelaskan operasi pemberantasan premanisme tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah Jawa Tengah.
"Operasi untuk menciptakan situasi kondusif bagi investasi dan dunia usaha," tambahnya.
Ia berharap masyarakat juga ikut serta mendukung kegiatan pemberantasan premanisme tersebut. "Laporkan ke kepolisian jika mengetahui aksi premanisme yang meresahkan agar segera ditindaklanjuti petugas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Progres Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani mencapai 98%. Jasa Marga menyebut pembangunan terus dipercepat.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 setelah start dari posisi ke-15 dan meraih tambahan 7 poin.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare. Angin kencang membuat api menjalar ke savana dan membakar vegetasi kering.
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.