El Nino dan Karhutla Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Nabire Capai 2,82 Persen

Newswire
Newswire Kamis, 01 Oktober 2026 19:47 WIB
El Nino dan Karhutla Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Nabire Capai 2,82 Persen

Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific

Harianjogja.com, NABIRE— Fenomena El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut menekan produksi pangan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan sejumlah komoditas sehingga mendorong kenaikan harga pangan pada September 2026.

Kepala BPS Nabire Dio Ginting mengatakan kemarau dan El Nino berisiko menurunkan produksi pertanian, khususnya komoditas sayuran. Penurunan produksi tersebut kemudian berimbas terhadap ketersediaan komoditas pangan di pasar Nabire.

“Kondisi tersebut diperparah kabut asap akibat karhutla yang berlangsung selama beberapa hari. Berkurangnya paparan sinar matahari akibat asap menghambat pertumbuhan tanaman dan berdampak terhadap produksi pangan,” ujarnya di Nabire, Kamis.

Harga Cabai Jadi Pendorong Inflasi

Tekanan pasokan pangan tersebut tercermin dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 5,25 persen pada September 2026. Kelompok ini memberikan andil sebesar 2,44 persen terhadap inflasi bulanan Nabire.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 1,94 persen. Selanjutnya, cabai merah memberikan andil 0,24 persen, buah pinang 0,12 persen, dan bayam 0,11 persen.

Dio menjelaskan kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, buah pinang, dan bayam dipengaruhi El Nino yang belum berakhir, krisis air, serta dampak kabut asap akibat karhutla.

“Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan tanaman sehingga produksi sejumlah komoditas pangan menurun dan pasokannya di pasar Nabire ikut tertekan,” katanya.

Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. Sejumlah komoditas justru mengalami penurunan sehingga ikut menahan laju inflasi Nabire.

Bawang merah memberikan andil deflasi 0,09 persen, diikuti angkutan udara 0,08 persen, bawang putih 0,06 persen, tahu mentah 0,04 persen, dan wortel 0,03 persen.

Inflasi Nabire September 2026

Secara bulanan, Kabupaten Nabire mengalami inflasi sebesar 2,82 persen pada September 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 116,61 pada Agustus menjadi 119,90 pada September.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi Nabire pada September 2026 mencapai 6,16 persen. BPS mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi dengan tingkat inflasi 9,78 persen dan andil 1,08 persen.

Lima komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan terdiri atas cabai rawit sebesar 1,62 persen, cabai merah 0,45 persen, daging babi 0,32 persen, bensin 0,29 persen, dan kangkung 0,27 persen.

BPS juga mencatat karhutla di Nabire terjadi sebanyak 23 kejadian. Kebakaran tersebut berdampak terhadap lahan seluas sekitar 67,95 hektare dan menyebabkan lebih dari 1.052 tanaman sawit muda rusak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online