DPR Bahas RUU Perampasan Aset di Tengah Demo 27 Agustus
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Ibadah haji - Freepik
Harianjogja.com, MADINAH—Jemaah haji diminta segera memeriksakan diri jika terserang batuk pilek dan tidak menanggapnya sebagai penyakit remeh atau ringan. Hal ini ditegaskan anggota Tim Amirul Hajj Alissa Qotrunnada Munawaroh, Jumat (23/6/2023).
Ia mengatakan saat sudah ada gejala sebaiknya segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan.
"Jemaah haji hati-hati dengan penyakit batuk pilek ya, jangan menganggap itu sepele didiemin saja. Lebih baik ke klinik di kloter masing-masing. Itu kan ada pusat kesehatannya, langsung ke sana minta obat," ujarnya.
Selain itu, kata Alissa, jemaah haji yang menderita penyakit batuk pilek untuk memakai masker agar tidak menularkan penyakit ke jemaah lain. "Kedua, langsung pakai masker supaya tidak menularkan yang lain. Ketiga, istirahat yang cukup," katanya.
Putri sulung mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini juga mengajak jemaah calon haji untuk fokus pada rukun dan wajib haji.
"Jangan berlebih-lebihan karena ini lagi di Tanah Suci kita maksimalkan, jangan seperti itu. Kepentingannya adalah menyelesaikan rukun haji dan wajib haji dengan sempurna supaya kita tetap sehat," ujarnya.
Dalam kunjungannya ke KKHI, menurut Alissa, Tim Amirul Hajj mengaku senang dan mengapresiasi pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.
BACA JUGA: Awas Ada Peningkatan Persebaran Virus yang Mengancam saat El Nino, WHO Bersiap
"Kami sudah lihat beberapa fasilitas, bertemu pasien. Kami senang dan mengapresiasi klinik berjalan dengan baik dan yang paling menyenangkan itu melihat banyak yang kosong. Itu kalau ada tempat tidur kosong, artinya tidak dibutuhkan. Artinya, kesehatan jemaah cukup baik," katanya.
Alissa juga menekankan pentingnya upaya-upaya pencegahan dan mitigasi, karena jemaah calon haji Indonesia pada tahun ini sebagian diantaranya sudah lanjut usia (lansia) tentu dengan risiko tinggi (risti) masalah kesehatan.
Sementara itu Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya menyambut baik kedatangan Tim Amirul Hajj ke KKHI Makkah.
Arianti mengaku ada beberapa masalah yang dihadapi layanan kesehatan karena pada tahun ini jumlah jemaah haji cukup besar dengan usia yang tidak dibatasi, ditambah cuaca panas hingga mencapai 40 derajat Celsius.
Arianti menyebut banyak jemaah haji yang terserang penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan dapat diselesaikan di klinik kesehatan yang ada di kloter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Harbolnas 2026 ditargetkan mencapai Rp40 triliun, naik 10% dari 2025, dengan cakupan promosi barang, jasa, akomodasi, dan transportasi.
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Satpol PP Bantul dan BBPOM DIY menemukan 34 jamu obat kuat mengandung bahan kimia berbahaya di sebuah depot di Srandakan.
Program Indomaret Peduli Berbagi menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah kepada Rahmat, warga yang beralamat di Terban GK