Erwin Gutawa Hadirkan Aransemen Baru Lagu Hari Merdeka
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, PACITAN—Seorang pria di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi korban penyiraman cairan yang diduga mengandung bahan kimia oleh dua orang tak dikenal saat hendak mengambil dagangan ke pasar. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif.
Korban diketahui bernama Eko Susanto, warga Dusun Plugon, Desa Pagerrejo, Kecamatan Ngadirojo. Peristiwa penyiraman tersebut terjadi di jalan area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, pada Rabu (14/5/2026) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju Pasar Ngadirojo untuk mengambil barang dagangan. Namun di tengah perjalanan, korban dihentikan dua orang tidak dikenal.
Salah satu pelaku disebut sempat berpura-pura hendak menyampaikan titipan kepada korban sebelum akhirnya menyiramkan cairan dari dalam botol ke arah tubuh korban.
Akibat serangan tersebut, Eko mengalami luka pada bagian wajah, kelopak mata, dagu, hingga dada. Setelah kejadian, korban sempat meminta pertolongan ke Polsek Ngadirojo sebelum mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
Karena kondisi luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk menjalani perawatan lanjutan.
Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto, mengatakan kondisi korban saat ini secara umum stabil. Meski demikian, korban membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi.
“Secara garis besar stabil. Tetapi pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi,” kata Johan dikutip Antara, Kamis (15/5/2026).
Menurut Johan, korban mengalami luka bakar akibat siraman cairan yang diduga berbahan kimia. Luka ditemukan di area wajah, kelopak mata, dagu, serta dada korban.
“Jejas atau luka akibat siraman terdapat di bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada,” ujarnya.
Pihak rumah sakit memperkirakan luas luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 10 persen. Karena diduga berasal dari cairan kimia, penanganan medis khusus diperlukan untuk meminimalkan dampak luka pada jaringan tubuh korban.
RSUD dr Darsono Pacitan disebut belum memiliki dokter spesialis bedah plastik sehingga korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Solo, Yogyakarta, atau RSUD dr Soedono Madiun.
Hingga kini, rumah sakit belum dapat memastikan jenis cairan yang digunakan pelaku karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak kepolisian.
Kasus penyiraman cairan kimia di Pacitan tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian guna mengungkap identitas serta motif pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Erwin Gutawa menggarap aransemen baru lagu Hari Merdeka dengan angklung bersama Manshur Praditya untuk HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.