PBB: El Nino Berpotensi Picu 49 Juta Orang Alami Kelaparan
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Petugas di sebuah rumah sakit di China tempat pasien menderita pneumonia akibat virus corona baru dirawat. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Para tenaga kesehatan di China masih berupaya menanggulangi wabah virus corona yang terus menyebar. Satu orang dokter bernama Liang Wudong yang aktif di garda terdepan menghadapi virus dilaporkan media setempat meninggal dunia.
Halaman resmi China Global Television Network (CGTN) di Twitter menyebut Liang meninggal di usia 62 tahun karena ikut terinfeksi virus corona.
"Liang Wudong, seorang dokter dari Hubei Xinhua Hospital yang berjuang di garda terdepan #CoronavirusOutbreak di Wuhan, meninggal dunia di usia 62 tahun karena virus," cuit CGTN pada Sabtu (25/1/2020).
Menurut CGTN saat ini banyak tenaga kesehatan di China harus rela merelakan perayaan imlek demi bertugas di area karantina.
Laporan terakhir menyebut sudah lebih dari 1.000 orang dirawat dan 41 meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. BPS mengungkap sektor pendorong dan BI optimistis tren berlanjut.
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
DFSK E5 Plus hadir di GIIAS 2026 sebagai SUV PHEV premium dengan jarak tempuh hingga 1.400 km dan telah mengantongi lebih dari 1.100 SPK.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.