Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto / Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengusung doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya di Polri. Gagasan tersebut disampaikan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026).
Dalam pemaparannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Suyudi mengatakan doktrin tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.
Ia juga menyatakan ingin melanjutkan pembenahan di tubuh Polri dengan melihat kekurangan institusi secara terbuka, sekaligus mempertahankan dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulunya.
"Sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu," kata Suyudi.
Dalam uji kelayakan tersebut, Suyudi memaparkan agenda yang akan dijalankan pada 100 hari pertama kepemimpinannya.
Pada 30 hari pertama, ia akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi institusi. Tahap ini mencakup penetapan komando perubahan, penyusunan data dasar (baseline), serta pemeriksaan terhadap penerimaan laporan masyarakat, tunggakan dan perkembangan perkara, hingga pengaduan.
Suyudi juga akan memeriksa perlindungan terhadap kelompok rentan, kesiapan Polres dan Polsek, serta memetakan jenis kejahatan yang dinilai berdampak tinggi.
Memasuki hari ke-31 hingga ke-60, perbaikan akan diuji berdasarkan hasil pemeriksaan pada tahap pertama.
Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga ke-100, ia akan menunjukkan hasil pembenahan sekaligus melakukan koreksi terhadap hal-hal yang belum berhasil.
"100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," ujarnya.
Menurut Suyudi, perubahan di tubuh Polri tidak cukup dilakukan dengan meminta anggota untuk berubah. Ia mengatakan perubahan harus dimulai dari jajaran pimpinan dan dibuktikan melalui pelaksanaan tugas di lapangan.
"Saya akan turun ke lapangan bukan untuk cari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan," katanya.
Suyudi sebelumnya diajukan sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai Kapolri secara aklamasi. Keputusan tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR.
Rapat Paripurna ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 pada Kamis (1/10/2026) selanjutnya menyetujui pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Dengan perkembangan tersebut, penyebutan Suyudi sebagai “calon Kapolri” dalam konteks proses persetujuan DPR perlu diperbarui untuk naskah yang tayang setelah keputusan paripurna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.