Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan

Newswire
Newswire Kamis, 01 Oktober 2026 20:27 WIB
Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Polri memanfaatkan data satelit dan pemantauan melalui Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi titik api hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan selama Operasi Aman Nusa II periode Juli-September 2026.

Kabag Pulahjianta Polri Kombes Pol. Erwin Sinaga mengatakan data satelit yang masuk ke dashboard menjadi dasar bagi personel untuk melakukan pengecekan langsung melalui patroli darat dan udara.

“Mekanisme penanganan kami dimulai dari pengiriman data satelit ke dashboard dan Crisis Monitoring Center. Kemudian, personel diperintahkan melakukan pengecekan melalui patroli darat dan udara,” kata Erwin dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis.

Menurut Erwin, titik api yang ditemukan dalam pengecekan langsung akan segera ditangani. Personel melakukan pemadaman, kemudian perkembangan penanganannya dilaporkan setiap hari melalui aplikasi DORS (Daily Operating Reporting System).

“Jika ditemukan api, dilakukan pemadaman dan dilaporkan harian melalui aplikasi DORS (Daily Operating Reporting System),” ujarnya.

Deteksi Dini hingga Penegakan Hukum

Erwin mengatakan pemanfaatan data satelit tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat deteksi dini dan respons terhadap karhutla. Upaya itu juga dilakukan melalui pembentukan satuan tugas dan patroli rutin di wilayah yang rawan kebakaran.

“Upaya kami meliputi pembentukan satgas, peningkatan deteksi dini, patroli rutin, hingga penegakan hukum (gakkum) secara tegas dan keras tanpa kompromi terhadap siapa pun,” kata dia.

Operasi Aman Nusa II 2026 memang menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polri menghadapi ancaman karhutla pada periode musim kemarau. Polri sebelumnya juga mengarahkan jajaran untuk memperkuat deteksi dini, patroli, dan koordinasi lintas instansi di wilayah rawan karhutla. (Humas Polri)

Untuk mendukung operasi tersebut, Polri mengerahkan personel di sejumlah wilayah prioritas. Polda Riau dan jajaran melibatkan 4.764 personel, Polda Jambi 873 personel, serta Polda Sumatera Selatan 1.000 personel.

Sementara itu, Polda Kalimantan Barat melibatkan 1.611 personel dalam tiga tahap dan mendapat tambahan 300 personel BKO dari Brimob. Polda Kalimantan Timur mengerahkan 1.821 personel, Polda Kalimantan Tengah 3.343 personel, dan Polda Kalimantan Selatan 778 personel.

Ratusan Personel Dukung Edukasi

Selain personel operasional di daerah, Polri mengirimkan 403 personel dari Lemdiklat Polri yang terdiri atas Sespimti, Sespimmen, dan Setukpa ke berbagai polda selama 25 hari.

Personel tersebut ditugaskan untuk mendukung edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.

Polri juga telah mendistribusikan alat material khusus (Almatsus) ke seluruh polda prioritas. Peralatan tersebut digunakan untuk memperkuat kesiapan jajaran dalam menghadapi dan menangani karhutla.

Erwin menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Rangkaian operasi juga mencakup pencegahan melalui deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran terkait karhutla.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online