Advertisement
Sejumlah Ormas di Jawa Tengah Merapat ke Prabowo-Sandi
Direktur Materi Debat Kampanye Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kedua dari kiri) saat menghadiri deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi di Kebumen, Minggu (14/10 - 2018). (Istimewa/Sudirman Said Center)
Advertisement
Harianjogja.com, KEBUMEN — Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Jawa Tengah.
Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kebumen mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Minggu (14/10/2018).
Advertisement
Massa yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), Jaringan Ustaz, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bina Insani, Milenial Kebumen, dan komunitas lainnya itu lantas mendeklarasikan diri sebagai sukarelawan Prabowo-Sandi (Padi) di Jl. Yos Sudarso Timur, Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kebumen.
Deklarasi tim pemenangan Prabowo-Sandi di wilayah Kedu Raya itu turut dihadiri Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, dan Direktur Materi Debat Kampanye, Sudirman Said.
BACA JUGA
Sudirman mengatakan sangat mengapresiasi kerja keras para sukarelawan di Kebumen dan Kedu Raya dalam proses pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.
“Kami apresiasi kerja keras sukarelawan dalam Pilgub Jateng kemarin, karena di Kebumen bisa menang dengan perolehan 56%. Tentu momentum baik itu bisa kita lanjutkan pada Pilpres 2019,” ujar Sudirman dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Minggu.
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga menyebutkan alasan perlunya pergantian presiden pada 2019. Ia menganggap pemerintah saat ini telah gagal, menyusul terpuruknya perekonomian.
“Dari 15 indikator pencapaian pembangunan nasional, saat ini hanya satu yang tercapai, yakni menjaga inflasi. Sementara target-target lain tidak,” imbuh Sudirman.
Sudirman juga menyebut masalah utang dan nilai tukar rupiah yang rendah menjadi bukti gagalnya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
“Kata siapa dolar naik tak berpengaruh, tempe dibeli dengan dolar. Sebagian besar kedelai impor, ini tentu sangat berefek terhadap rakyat kecil,” imbuh mantan Cagub Jateng 2018 itu.
Sementara itu, Ferry Mursyidan Baldan menyebut ada beberapa alasan mengapa pihaknya yakin Prabowo-Sandi menang dalam Pilpres 2019.
"Pertama ini adalah pasangan saling melengkapi, Saleh iya, tegas iya, good looking iya. Kedua faktor partai pendukung juga solid,” ujar mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang itu.
Ferry pun meminta seluruh sukarelawandi Indonesia untuk terus mempromosikan Prabowo-Sandi. Menjaga kesantunan dan terus bergerak menggalang dukungan untuk Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah, SPPG Langsung Ditutup
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
Advertisement
Advertisement







