Sikapi Lahar Hujan Merapi, PUPR Bangun Sabo Dam

Pembangunan sabo dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. - JIBI/Ist/Kementerian PUPR
09 April 2018 09:00 WIB Irene Agustine News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sedang merampungkan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi untuk sabo dam Kali Woro di Klaten, Jawa Tengah. Proyek itu sebagai bagian dari antisipasi banjir lahar hujan Gunung Merapi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sabo dam akan menahan aliran lahar hujan yang membawa batu-batuan dan pasir sehingga mengurangi kecepatan alirannya yang berdampak berkurangnya risiko bencana di hilir sungai.

“Kalau bendungan menahan air, sementara sabo dam menahan pasir dan batu sementara air nya tetap bisa lewat. Sabo Dam Kali Woro ditargetkan bisa diresmikan November 2018,” kata Basuki lewat keterangan resmi pada Minggu (8/4/2018).

Pada 2014 sabo dam Kaliworo berhasil mengurangi kecepatan banjir lahar hujan Gunung Merapi dan menahan material vulkanik tidak sampai ke daerah hilir sungai. Oleh karena itu, diperlukan rehabilitasi dan rekonstruksi sabo dam agar bisa berfungsi kembali.

Sebanyak 26 sabo dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda di mana yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir. Pada kondisi aman, sabo dam juga digunakan sebagai jembatan penghubung antardesa.

Dari data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air, total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp329 miliar melalui kontrak tahun jamak 2016-2018.

Dengan selesainya sabo dam Kali Woro, aliran lahar Gunung Merapi bisa dicegah untuk tidak sampai merusak permukiman warga dan jalan nasional Yogyakarta-Solo yang bisa memutus konektivas antarwilayah.

Sumber : Bisnis Indonesia