Advertisement
Langit Iran Dibuka Bertahap, Tiket Masih Ditahan
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Akses penerbangan di wilayah udara Iran mulai disiapkan untuk kembali dibuka secara bertahap setelah sempat terganggu akibat konflik. Otoritas penerbangan setempat memastikan proses pemulihan dilakukan dalam empat fase dengan prioritas pada kesiapan teknis dan keamanan.
Pada tahap awal, penerbangan transit akan lebih dulu diizinkan melintas. Selanjutnya, fase kedua akan membuka operasional bandara di wilayah timur Iran sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.
Advertisement
Mengutip laporan penyiar nasional IRIB, Minggu (19/4/2026), fase ketiga mencakup pemulihan aktivitas di Bandara Mehrabad dan Bandara Imam Khomeini. Sementara fase keempat akan membuka kembali penerbangan dari bandara di kawasan barat negara tersebut.
Meski pembukaan mulai disiapkan, penjualan tiket pesawat untuk sementara masih dihentikan. Otoritas meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi terkait jadwal operasional bandara dan pembelian tiket.
BACA JUGA
“Penjualan tiket pesawat saat ini ditangguhkan, dan masyarakat harus memperhatikan pengumuman resmi untuk mengetahui status bandara terbaru dan opsi pembelian tiket,” ujar wakil direktur Organisasi Penerbangan Sipil, seperti dikutip IRIB.
Hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan tiap fase. Namun, pemulihan penerbangan disebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan otoritas militer dan sipil.
Sebelumnya, aktivitas penerbangan di Iran terganggu setelah serangan militer yang terjadi pada 28 Februari 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran ke sejumlah target di kawasan.
Ketegangan tersebut mereda setelah tercapai gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April 2026 yang dimediasi Pakistan. Meski konflik belum sepenuhnya berakhir, upaya diplomasi masih terus berlangsung melalui pembicaraan lanjutan di Islamabad.
Efek domino dari penutupan langit Iran ini juga sangat memengaruhi stabilitas ekonomi sektor penerbangan sipil di Teheran, mengingat pendapatan dari biaya lintas udara (overflight fees) merupakan salah satu sumber devisa penting bagi negara tersebut.
Berdasarkan tren data keamanan hingga tahun 2026, langkah penutupan ini biasanya bersifat reaktif terhadap ancaman serangan balik atau sebagai persiapan latihan militer skala besar, seperti yang terlihat pada momen-momen krusial di mana Iran menyiagakan sistem pertahanan udara jarak jauh mereka.
Bagi komunitas internasional, penutupan langit Iran bukan sekadar masalah teknis navigasi, melainkan barometer utama untuk mengukur risiko pecahnya konflik terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut, mengingat posisi Iran yang secara geografis berada di persimpangan jalur penerbangan paling sibuk di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Ini Hasilnya
- Dana Nasabah Mulai Kembali, Kasus BNI Aek Nabara Dikebut
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Internet Tak Sekadar Hadir, Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas
- OTT Kepala Daerah Terus Bertambah, Motifnya Tak Melulu Biaya Politik
- Istilah Syahid Disorot JK Jelaskan Konteks Ceramah UGM
Advertisement
Advertisement









