Advertisement
Krisis Energi Hantam Vietnam, Pemerintah Imbau Perusahaan Terapkan WFH
Foto ilustrasi BBM. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah mulai dirasakan sejumlah negara Asia Tenggara. Vietnam menjadi salah satu negara yang terdampak setelah harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak tajam hingga 80%, sehingga pemerintah mengimbau perusahaan mengurangi mobilitas pekerja dengan menerapkan work from home (WFH).
Reuters pada Selasa (10/3/2026) melaporkan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam meminta perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk meminimalkan mobilitas karyawan sebagai langkah menghemat konsumsi energi.
Advertisement
Kebijakan tersebut diambil menyusul terganggunya rantai pasokan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga bahan bakar di pasar domestik Vietnam.
Pemerintah menilai pengurangan aktivitas perjalanan pekerja dapat membantu menekan penggunaan energi sekaligus meredam tekanan terhadap pasokan BBM nasional.
BACA JUGA
Harga Energi Naik Tajam
Data dari perusahaan energi negara Petrolimex menunjukkan harga sejumlah bahan bakar di Vietnam meningkat drastis dalam sebulan terakhir.
Kenaikan tersebut meliputi:
- Bensin naik sekitar 32% sejak akhir bulan lalu
- Diesel meningkat hingga 56%
- Minyak tanah melonjak sekitar 80%
Lonjakan harga ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar.
Di ibu kota Hanoi, antrean kendaraan terlihat di berbagai stasiun pengisian bahan bakar pada Selasa (10/3/2026), mencerminkan meningkatnya kekhawatiran warga terhadap pasokan energi.
Pemerintah Tempuh Diplomasi Energi
Perdana Menteri Pham Minh Chinh disebut telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga.
Beberapa negara yang dihubungi antara lain Kuwait, Qatar, serta Uni Emirat Arab.
Selain itu, pemerintah Vietnam juga mengambil langkah kebijakan dengan menghapus tarif impor bahan bakar mulai pekan ini hingga akhir April guna menekan lonjakan harga di pasar domestik.
Otoritas setempat juga memperingatkan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun spekulasi bahan bakar yang berpotensi memperburuk situasi pasar.
Ketergantungan Energi Jadi Sorotan
Kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan tingginya ketergantungan Vietnam terhadap impor energi dari kawasan Timur Tengah.
Kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsumsi energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Situasi ini juga menjadi pengingat bagi negara-negara pengimpor energi di Asia untuk memperkuat ketahanan energi mereka di tengah dinamika konflik internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
Advertisement
Pilur Sleman E-Voting Dinilai Efektif Meski Biaya Jadi Kendala
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Integrasikan Wamira dan KKMP Perkuat Distribusi Pangan
- Mobil Pajero Terjebak di Kali Kuning Jalur Lava Tour Merapi
- Tips Menjaga Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa, Cukupi Minum 68 Gelas Air
- Perang Iran vs AS-Israel Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
- Polres Bantul Razia Miras di Trirenggo, 60 Botol Ciu Berhasil Disita
- Hindari Konflik, Eksportir DIY Alihkan Jalur Ekspor ke Luar Suez
- Axioo Pongo Creator Club Bersama ELS.ID Sambangi Jogja
Advertisement
Advertisement






