BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp373 Juta!
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Ilustrasi tabungan./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening pelajar di Indonesia terus bertumbuh hingga mencapai 59,03 juta rekening dengan total dana tersimpan sebesar Rp30,31 triliun per Februari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa tren tabungan pelajar menunjukkan perkembangan positif secara konsisten. Dalam setahun terakhir, jumlah rekening meningkat 1.040.035 rekening atau sekitar 1,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, kontribusi tabungan pelajar terhadap total dana perbankan masih relatif kecil, yakni sekitar 0,97 persen dari total dana tabungan nasional yang mencapai Rp3.115,62 triliun.
Didorong Literasi Keuangan dan Program KEJAR
Dian menjelaskan, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Selain itu, implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah turut memperluas akses pelajar terhadap layanan perbankan.
“OJK memandang tren pertumbuhan tabungan pelajar akan tetap positif ke depan, seiring penguatan literasi keuangan dan perluasan program KEJAR,” ujarnya.
Momentum musiman seperti Hari Raya Idulfitri juga dinilai memberikan dampak terhadap peningkatan tabungan. Tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak menjadi peluang untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
Likuiditas Perbankan Ikut Menguat
Secara umum, kinerja dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan juga menunjukkan penguatan. Hingga Februari 2026, DPK tumbuh 13,86 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,75 persen (yoy).
Dari sisi komponen, tabungan mencatat pertumbuhan 8,12 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang berada di level 7,21 persen (yoy).
Namun demikian, OJK melihat ke depan laju pertumbuhan DPK akan cenderung lebih moderat. Hal ini dipengaruhi oleh proses normalisasi setelah periode akselerasi serta meningkatnya minat masyarakat pada berbagai instrumen investasi alternatif di tengah tren penurunan suku bunga perbankan.
Struktur Dana Tetap Sehat
Meski menghadapi dinamika tersebut, OJK memastikan struktur DPK perbankan tetap terjaga dalam kondisi sehat dan seimbang. Kondisi ini dinilai penting agar perbankan memiliki ruang likuiditas yang cukup sekaligus mampu menjalankan fungsi intermediasi secara berkelanjutan.
“OJK akan terus mendorong peningkatan jumlah rekening dan nominal tabungan pelajar maupun DPK secara keseluruhan,” kata Dian.
Ia menambahkan, hingga akhir 2026 pertumbuhan keduanya diharapkan tetap positif seiring dengan stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk