Orangutan Betina Terjebak Bekas Karhutla di Kotim, Ini Kondisinya
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perundingan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan, membuat nasib gencatan senjata dua pekan masih menggantung dan penuh ketidakpastian.
Pembicaraan yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) itu berjalan panjang hingga sekitar 24–25 jam. Namun, sejumlah isu utama seperti nuklir dan Selat Hormuz tetap menjadi pengganjal utama yang belum terpecahkan.
Untuk memudahkan memahami situasi terkini, berikut poin penting dari perkembangan terbaru:
Konteks Serangan ke Iran
Konflik memanas sejak akhir Februari setelah serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat menargetkan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di kawasan.
Ketegangan tersebut sempat mengancam jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz dan memicu gejolak harga minyak dunia.
Dalam proposalnya, Iran mengajukan 10 poin tuntutan, mulai dari penghentian operasi militer AS hingga pencabutan sanksi. Sementara Amerika Serikat menawarkan 15 poin yang lebih menitikberatkan pada aspek keamanan dan pembatasan nuklir.
Perbedaan pendekatan ini membuat negosiasi sulit menemukan titik temu. Iran menginginkan kesepakatan permanen, sedangkan Amerika Serikat memilih langkah bertahap.
Meski demikian, peluang dialog masih terbuka. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagaei menilai wajar jika kesepakatan belum tercapai dalam satu pertemuan.
Pengamat hubungan internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menyebut solusi realistis hanya bisa dicapai jika Iran memperoleh jaminan keamanan dan kedaulatan.
“Jadi, titik tengahnya dicapai, ya, kalau Iran mendapatkan jaminan keamanan dan kedaulatan,” katanya.
Ia juga menilai mekanisme pengawasan bersama di Selat Hormuz dalam kerangka internasional bisa menjadi jalan tengah.
Di tengah kebuntuan ini, rencana blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz justru berpotensi memperbesar ketegangan, sekaligus menguji keberlanjutan gencatan senjata yang masih jauh dari kata aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.
Persijap Jepara memecat Mario Lemos setelah kalah 1-6 dari Bali United. Antonio Claudio ditunjuk sebagai pelatih caretaker.
Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB dan meminta seluruh pihak yang terlibat ditindak sesuai hukum.
Sekitar 30 hektare sawah di Tirtohargo, Bantul, terdampak genangan akibat aliran Sungai Opak tersumbat. DKPP berkoordinasi untuk mengatasinya.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.