Advertisement

Pentagon Klaim Unggul di Udara Iran, Operasi Militer Terus Berjalan

Jumali
Senin, 02 Maret 2026 - 23:17 WIB
Jumali
Pentagon Klaim Unggul di Udara Iran, Operasi Militer Terus Berjalan Ilustrasi / Pentagon atau Gedung Kementerian Pertahanan AS. (Xinhua)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Pentagon menyatakan pasukan Amerika Serikat telah meraih superioritas udara lokal di atas wilayah Iran dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Teheran. Klaim tersebut disebut sebagai capaian strategis yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS, Dan Caine, dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Senin (2/3/2026).

Advertisement

Caine menjelaskan, rangkaian serangan udara presisi yang diluncurkan dalam beberapa hari terakhir berhasil menciptakan kendali udara di sejumlah titik strategis. Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat perlindungan pasukan AS sekaligus membuka ruang operasi yang lebih luas di wilayah udara Iran.

“Serangan gabungan ini membantu membangun superioritas udara lokal. Itu memungkinkan pasukan kami terus beroperasi dengan risiko yang jauh lebih rendah,” ujar Caine, seperti dikutip dari Associated Press.

Dampak Taktis dan Strategis

Keunggulan udara dinilai krusial dalam operasi modern. Dengan menurunnya ancaman intersepsi dari sistem pertahanan udara maupun jet tempur Iran, AS disebut memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan pengintaian, serangan presisi, serta dukungan logistik dari udara.

Sejumlah analis pertahanan melihat pernyataan ini juga memiliki dimensi psikologis. Hilangnya kendali udara akan membatasi kemampuan Iran melancarkan serangan balasan secara terkoordinasi.

Meski demikian, Caine menegaskan operasi tidak akan selesai dalam waktu singkat. Ia mengakui tujuan militer yang dicanangkan membutuhkan waktu dan berpotensi menghadapi tantangan berat.

Korban dan Eskalasi

Dalam kesempatan yang sama, Caine mengonfirmasi empat personel militer AS tewas, dengan kemungkinan adanya korban tambahan. Washington juga terus mengirimkan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Hegseth menekankan bahwa target operasi meliputi penghancuran sistem rudal, kekuatan angkatan laut, serta infrastruktur keamanan Iran. Ia juga menyebut tujuan jangka panjangnya adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Kronologi Serangan

Caine mengungkapkan bahwa serangan pertama dilancarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel pada Sabtu (28/2/2026), sebelum AS ikut terlibat. Operasi yang dinamai “Operation Epic Fury” itu disebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan, dengan perintah akhir diberikan oleh Donald Trump pada Jumat sore waktu setempat.

Sebelum gelombang serangan udara, unit siber AS dilaporkan lebih dulu melumpuhkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan merespons serangan. Sekitar 100 pesawat tempur AS dikerahkan dalam satu gelombang serangan, dengan klaim lebih dari 1.000 target dihantam dalam 24 jam pertama. Di saat bersamaan, Israel juga melancarkan ratusan serangan tambahan.

AS menegaskan operasi militer akan terus dilanjutkan hingga sasaran strategis tercapai, meskipun konsekuensinya mencakup risiko korban jiwa dan potensi konflik berkepanjangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Selasa 3 Maret 2026

Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Selasa 3 Maret 2026

Jogja
| Selasa, 03 Maret 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement