Advertisement
Pentagon Klaim Unggul di Udara Iran, Operasi Militer Terus Berjalan
Ilustrasi / Pentagon atau Gedung Kementerian Pertahanan AS. (Xinhua)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pentagon menyatakan pasukan Amerika Serikat telah meraih superioritas udara lokal di atas wilayah Iran dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Teheran. Klaim tersebut disebut sebagai capaian strategis yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Militer AS, Dan Caine, dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Senin (2/3/2026).
Advertisement
Caine menjelaskan, rangkaian serangan udara presisi yang diluncurkan dalam beberapa hari terakhir berhasil menciptakan kendali udara di sejumlah titik strategis. Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat perlindungan pasukan AS sekaligus membuka ruang operasi yang lebih luas di wilayah udara Iran.
“Serangan gabungan ini membantu membangun superioritas udara lokal. Itu memungkinkan pasukan kami terus beroperasi dengan risiko yang jauh lebih rendah,” ujar Caine, seperti dikutip dari Associated Press.
BACA JUGA
Dampak Taktis dan Strategis
Keunggulan udara dinilai krusial dalam operasi modern. Dengan menurunnya ancaman intersepsi dari sistem pertahanan udara maupun jet tempur Iran, AS disebut memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan pengintaian, serangan presisi, serta dukungan logistik dari udara.
Sejumlah analis pertahanan melihat pernyataan ini juga memiliki dimensi psikologis. Hilangnya kendali udara akan membatasi kemampuan Iran melancarkan serangan balasan secara terkoordinasi.
Meski demikian, Caine menegaskan operasi tidak akan selesai dalam waktu singkat. Ia mengakui tujuan militer yang dicanangkan membutuhkan waktu dan berpotensi menghadapi tantangan berat.
Korban dan Eskalasi
Dalam kesempatan yang sama, Caine mengonfirmasi empat personel militer AS tewas, dengan kemungkinan adanya korban tambahan. Washington juga terus mengirimkan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.
Hegseth menekankan bahwa target operasi meliputi penghancuran sistem rudal, kekuatan angkatan laut, serta infrastruktur keamanan Iran. Ia juga menyebut tujuan jangka panjangnya adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.
Kronologi Serangan
Caine mengungkapkan bahwa serangan pertama dilancarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel pada Sabtu (28/2/2026), sebelum AS ikut terlibat. Operasi yang dinamai “Operation Epic Fury” itu disebut telah dipersiapkan selama berbulan-bulan, dengan perintah akhir diberikan oleh Donald Trump pada Jumat sore waktu setempat.
Sebelum gelombang serangan udara, unit siber AS dilaporkan lebih dulu melumpuhkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan merespons serangan. Sekitar 100 pesawat tempur AS dikerahkan dalam satu gelombang serangan, dengan klaim lebih dari 1.000 target dihantam dalam 24 jam pertama. Di saat bersamaan, Israel juga melancarkan ratusan serangan tambahan.
AS menegaskan operasi militer akan terus dilanjutkan hingga sasaran strategis tercapai, meskipun konsekuensinya mencakup risiko korban jiwa dan potensi konflik berkepanjangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
Advertisement
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Terminal Giwangan Jogja Naik 15 Persen
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Banyumas Guyur Bantuan Pangan untuk Warga di Banyumas Raya
- Info Mudik 2026, Puluhan Ribu Orang Mulai Tinggalkan Bali Menuju Jawa
- Konsumsi Multivitamin Harian Berpotensi Memperlambat Penuaan
- Pantauan Jalur Selatan Jateng Pemudik Mulai Padati Simpang Wangon
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
- Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







