Advertisement
Heboh Agrinas Impor 105.000 Pikap India, APM Lokal Buka Suara
PT Agrinas Pangan Nusantara impor 105.000 pikap India senilai Rp24,66 triliun. Mitsubishi Fuso ikut tender, industri otomotif tertekan.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pikap asal India senilai sekitar Rp24,66 triliun memicu sorotan terhadap peran agen pemegang merek (APM) kendaraan niaga di dalam negeri. Langkah ini diambil di tengah tekanan industri otomotif nasional sepanjang 2025.
Impor tersebut dilakukan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari total unit yang dipesan, sebanyak 35.000 unit pikap Scorpio dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
Advertisement
Merespons keputusan tersebut, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, menyampaikan bahwa Mitsubishi Fuso sempat dilibatkan dalam proses tender pengadaan kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Iya, Mitsubishi Fuso dilibatkan dalam proses pengadaan unit untuk Agrinas melalui proses tender," ujar Aji kepada Bisnis, Sabtu (21/2/2026).
BACA JUGA
Namun demikian, perseroan menegaskan bahwa hasil akhir tender, termasuk keputusan pemenuhan unit melalui mekanisme impor, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dan instansi terkait.
Aji menilai, volume impor dalam jumlah besar tersebut berpotensi memengaruhi permintaan kendaraan niaga tahun ini, terutama setelah pasar mengalami kontraksi signifikan sepanjang 2025.
Berdasarkan data Gaikindo, distribusi wholesales truk sepanjang 2025 tercatat sebanyak 56.754 unit atau turun 15% secara tahunan. Penjualan ritel nasional, yakni dari dealer ke konsumen, juga merosot 11% menjadi 59.303 unit.
"Karena jumlahnya cukup besar, tentu akan berpengaruh. Namun, kami akan terus menjaga konsistensi produksi lokal, memastikan suplai yang stabil, dan mengedepankan standar kualitas yang sesuai regulasi pemerintah dan telah diakui konsumen," jelasnya.
Sebagai respons, KTB berkomitmen menghadirkan solusi melalui kecukupan suplai, kualitas kendaraan sesuai standar, kesiapan layanan purnajual, serta ketersediaan suku cadang di seluruh Indonesia.
"Sebagai market leader yang sudah 55 tahun membangun industri otomotif nasional, kami telah memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia," tegas Aji.
Perseroan juga berharap pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan terhadap ekosistem industri otomotif dalam negeri, mulai dari sektor manufaktur, vendor, dealer, hingga karoseri, guna menjaga keberlanjutan investasi serta kontribusi ekonomi nasional di tengah dinamika pasar kendaraan niaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 22 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Sabtu 21 Februari 2026
- Liga Spanyol Pekan ke-25: Madrid dan Barcelona Hadapi Laga Krusial
- Liga Italia Pekan ke-26: Inter Berburu Kemenangan di Kandang Lecce
- Tokoh Politik DIY Yuni Astuti Resmi Jabat Komisaris Sinteniki
- 27 Ribu Aplikasi Pemerintah, Pakar: Integrasi Data Jadi PR Besar
- Liga Inggris Pekan ke-27: Tottenham vs Arsenal Jadi Sorotan
- Patroli Blue Light Ramadan Jogja, Polisi Antisipasi Perang Sarung
Advertisement
Advertisement






