Advertisement
Dirut Agrinas Beberkan Alasan Impor 105.000 Pikap Rp24,66 T dari India
Impor 105.000 pikap 4x4 Agrinas Rp24,66 triliun dari India untuk Kopdes Merah Putih picu sorotan industri otomotif 2025. - Mahindra.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebijakan impor 105.000 unit pikap 4x4 oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun menjadi perhatian publik di tengah tekanan industri otomotif nasional sepanjang 2025. Langkah ini dikaitkan dengan kebutuhan distribusi pangan dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan, kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4) dibutuhkan untuk menjangkau wilayah pelosok desa dalam mendukung distribusi pangan dan hasil pertanian. Ia menilai, karakter geografis sejumlah daerah menuntut armada yang tangguh dan andal.
Advertisement
Menurut Joao, hingga kini belum ada pabrikan di Indonesia yang memproduksi kendaraan 4x4 secara lokal. Produk yang beredar di pasar domestik, kata dia, masih didatangkan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU).
"Pertimbangan pertama adalah bahwa kami memesan mobil 4x4 yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Selama ini, 4x4 merek apa pun itu kan full impor," ujar Joao kepada Bisnis, dikutip Sabtu (21/2/2026).
BACA JUGA
Selain faktor ketersediaan produksi lokal, Agrinas juga mempertimbangkan aspek harga. Joao secara terbuka menyebut perseroan memperoleh penawaran dari India dengan nilai yang jauh lebih kompetitif dibandingkan model sejenis di pasar domestik.
Sebagai informasi, Indonesia memiliki kerja sama perdagangan bebas multilateral dengan India melalui skema Asean–India Free Trade Area (AIFTA). Perjanjian tersebut mengatur penurunan hingga penghapusan tarif bea masuk secara bertahap untuk sejumlah komoditas, serta mencakup sektor jasa dan investasi.
“Kedua, kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50% lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” tuturnya.
Joao memastikan total anggaran pembelian kendaraan dari India mencapai sekitar Rp24,66 triliun. Ia menegaskan, prinsip value for money menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan, sehingga setiap rupiah yang dibayarkan selaras dengan manfaat yang diperoleh.
Menurutnya, Agrinas menghadirkan alternatif produk yang diklaim memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi harga maupun kualitas. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari mekanisme pasar yang sah dan bertujuan memperluas pilihan dengan penawaran lebih kompetitif.
“Mengapa merek-merek tertentu yang selama ini menguasai pasar tidak mau memberikan harga yang kompetitif? Kami sudah melakukan penjajakan dengan mereka, tetapi selisih harganya antara Rp120 juta sampai Rp150 juta per unit,” katanya.
Tak hanya mengimpor pikap, Agrinas Pangan Nusantara juga memesan truk roda enam dari sejumlah pabrikan di Indonesia seperti Mitsubishi Fuso hingga Hino. Namun, keterbatasan ketersediaan stok dalam jumlah besar membuat perusahaan turut mendatangkan truk ringan merek Tata Motors asal India.
Secara rinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7, masing-masing sebanyak 35.000 unit.
Dalam skema distribusinya, setiap Kopdes akan memperoleh satu unit truk roda enam. Penyaluran kendaraan telah dimulai sejak Rabu (18/2/2026) di wilayah Jawa Timur dan selanjutnya dilakukan bertahap ke berbagai daerah lain di Indonesia.
"Saat ini ada 1.207 Kopdes yang sudah 100% selesai dan sudah mulai didistribusikan. Kemudian ada 30.507 yang sedang dibangun. Kendaraan akan segera dikirim ke Kodim-Kodim, dan ketika selesai langsung dimobilisasi ke koperasi tersebut,” pungkas Joao.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kota Jogja Tunggu BMKG, Siaga Hidrometeorologi Berpotensi Diperpanjang
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Bersinergi dan Berkolaborasi demi Pembangunan Berkelanjutan
- Kebijakan Alokasi Dana Desa 58 Persen untuk KDMP, Lurah Tunggu Juknis
- Merajut Harapan di Tengah Keterbatasan, Membangun Fondasi Kulonprogo
- 1600 ASN di Bantul Sudah Gabung Jadi Anggota KDMP
- Prestasi dan Penghargaan Kulon Progo di Bawah Kepemimpinan Agung-Ambar
- Hotel Tentrem Jogja Sajikan Menu Khas Banjarmasin saat Ramadan
- Potret Kinerja Pembangunan di Kulon Progo
Advertisement
Advertisement






