Advertisement

Tradisi Bukber Masih Menguat di Tengah Gaya Hidup Modern

Newswire
Selasa, 10 Februari 2026 - 18:32 WIB
Abdul Hamied Razak
Tradisi Bukber Masih Menguat di Tengah Gaya Hidup Modern Ilustrasi Gaya hidup Ramadan.ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Buka puasa bersama atau bukber telah menjelma menjadi ritual sosial yang lekat dengan Ramadan di Indonesia. Tradisi ini tidak hanya menandai waktu berbuka, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga silaturahmi di tengah ritme hidup yang semakin padat.

Di berbagai kota, bukber kerap mempertemukan kembali keluarga, sahabat, maupun rekan kerja yang jarang bertemu. Momentum ini menghadirkan jeda dari kesibukan sekaligus pengingat akan pentingnya kebersamaan selama bulan puasa.

Advertisement

Head of Marketing PT Sepatu Bata Tbk, Glen Hanafiah, menilai bukber menjadi salah satu momen yang paling dinantikan masyarakat selama Ramadan. Menurutnya, aktivitas tersebut memberi ruang untuk bersyukur dan kembali terhubung dengan orang-orang terdekat.

“Bukber mempertemukan kita untuk bersyukur atas kekuatan menjalani puasa, atas rezeki untuk berbuka, dan atas kesempatan berkumpul bersama,” ujarnya.

Melihat kuatnya makna sosial Ramadan, pihaknya mengangkat tema perjalanan menuju bukber melalui kampanye Jejak Bukbermu. Tema ini merefleksikan aktivitas masyarakat yang kerap berpindah dari satu titik ke titik lain untuk bertemu orang-orang terdekat, sekaligus menandai tingginya mobilitas selama bulan puasa.

Ramadan Masih Mempengaruhi Gaya Hidup

Sejumlah riset menunjukkan Ramadan tetap menjadi faktor penting dalam perencanaan gaya hidup masyarakat. Survei GoodStats dan YouGov pada 2025 mencatat, menjelang Lebaran, sebagian besar responden melakukan penyesuaian keuangan dan pola konsumsi.

Sebanyak 58 persen responden memilih menyisihkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ditabung, sementara 55 persen lainnya tetap merencanakan belanja selama Ramadan. Di antara berbagai kebutuhan, produk penunjang aktivitas harian masih menjadi perhatian.

Dalam survei tersebut, sepatu dan sandal termasuk kategori yang dipertimbangkan. Sebanyak 38 persen responden menyatakan berencana membeli alas kaki baru guna menunjang kenyamanan beraktivitas, baik untuk bekerja, beribadah, maupun bersilaturahmi.

Seiring meningkatnya mobilitas selama Ramadan, berbagai koleksi alas kaki yang dirilis pada periode ini umumnya menitikberatkan aspek kenyamanan dan fungsi serbaguna. Desain yang dihadirkan juga cenderung fleksibel, agar dapat digunakan untuk beragam aktivitas dari siang hingga malam hari.

Koleksi wanita misalnya, banyak mengusung siluet sederhana dengan sentuhan warna lembut agar tetap nyaman dikenakan untuk agenda bukber maupun silaturahmi Lebaran. Sementara koleksi pria cenderung hadir dengan warna netral dan desain rapi yang mendukung aktivitas seharian.

Untuk anak-anak, alas kaki dirancang dengan bobot ringan dan konstruksi yang nyaman agar mendukung aktivitas mereka selama Ramadan. Pilihan desain tetap dibuat atraktif tanpa mengesampingkan fungsi.

Selama puluhan tahun, Bata dikenal sebagai salah satu merek alas kaki yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Melalui koleksi Ramadan 2026, perusahaan tersebut kembali memaknai buka puasa bersama bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ritual sosial yang memperkuat kebersamaan dan rasa syukur dari satu Ramadan ke Ramadan berikutnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 11 Februari 2026

Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 11 Februari 2026

Jogja
| Rabu, 11 Februari 2026, 01:37 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement