Advertisement

Trauma Mendalam, Anak Influencer Korban Bullying SMP Negeri Jaktim

Newswire
Rabu, 21 Januari 2026 - 14:07 WIB
Sunartono
Trauma Mendalam, Anak Influencer Korban Bullying SMP Negeri Jaktim Ilustrasi perundungan. - Pixabay/Wokandapix

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah kembali menyita perhatian publik setelah anak perempuan seorang pemengaruh media sosial berinisial H, yakni C, dilaporkan mengalami trauma psikologis berat dan belum diizinkan kembali bersekolah di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.

Kondisi psikologis C disebut mulai berubah sejak beberapa pekan terakhir, ditandai dengan tangisan berulang dan kecenderungan menutup diri, terutama sejak momen pergantian tahun. Hal itu diungkapkan langsung oleh H saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Advertisement

“Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,” ujar H.

H menjelaskan bahwa perubahan sikap tersebut baru disadarinya secara utuh setelah mengetahui adanya dugaan rencana pembiusan yang disebut melibatkan teman sekolah anaknya. Sebelumnya, ia tidak langsung mengaitkan kondisi C dengan dugaan perundungan maupun pelecehan seksual.

Ia bahkan sempat menilai kesedihan anaknya muncul akibat faktor pribadi, termasuk kesibukannya yang membuatnya jarang menjemput C sepulang sekolah.

“Saya pikir saya yang salah kan karena saya jarang jemput atau apa. Tapi dia tidak ngomong. Baru ngomong ya minggu lalu itu pas saya ke sekolah,” ungkapnya.

Selain perubahan emosi, H juga mengamati bahwa anaknya kerap mengalami kegelisahan hampir setiap malam. Saat dijemput pun, C terlihat tidak tenang dan menunjukkan rasa takut yang berlebihan.

Menurut H, kondisi psikis anaknya bukanlah rekayasa atau drama semata, meski sebagian warganet menilai C terlihat baik-baik saja karena sempat muncul di media sosial.

“Jadi ketika dia melihat anak saya cerita di media sosial itu, disangka tidak kenapa-kenapa psikisnya. Lah, dia tidak tahu aja dia butuh kekuatan untuk cerita sama saya tuh,” katanya.

Atas kondisi tersebut, H memutuskan untuk sementara waktu menghentikan aktivitas sekolah anaknya dan memprioritaskan pemulihan mental hingga proses penanganan kasus ini memperoleh kejelasan.

“Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu,” tegas H.

Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap C bermula ketika salah satu teman sekolahnya berinisial R diduga mengajak korban untuk menyambut malam pergantian tahun. Selain itu, H juga mengungkapkan bahwa anaknya telah mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025, dengan intensitas yang meningkat signifikan pada November 2025.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan.

“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Horale saat dikonfirmasi secara terpisah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Alokasi Dana Desa Sleman 2026 Turun Rp19 Miliar, Kalurahan Putar Otak

Alokasi Dana Desa Sleman 2026 Turun Rp19 Miliar, Kalurahan Putar Otak

Sleman
| Rabu, 21 Januari 2026, 16:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement