Advertisement
Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan 36.660 Armada Lintas Moda
Mudik bareng. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang periode mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan 36.660 unit sarana transportasi.
Puluhan ribu armada dari berbagai moda ini disiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik di seluruh wilayah Indonesia.
Advertisement
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, merinci bahwa armada tersebut mencakup 31.300 unit bus untuk jalur darat, 841 kapal laut, serta 254 kapal feri penyeberangan guna mendukung perjalanan antar-pulau.
Di sektor udara dan rel, Kemenhub menyiagakan 372 pesawat serta 3.893 gerbong kereta api demi mengakomodasi lonjakan penumpang yang menuju kampung halaman.
BACA JUGA
“Kami menyiapkan sarananya agar bisa mengakomodasi masyarakat yang akan mudik,” ujar Dudy saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.
Guna menjamin aspek keselamatan, Kemenhub juga memperketat pemeriksaan kelaikan melalui instrumen ramp check dan surveillance secara menyeluruh pada setiap armada.
Langkah pengawasan ini sebenarnya telah dilakukan secara intensif sejak periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Targetnya, seluruh proses pemeriksaan kelaikan operasi rampung sebelum arus mudik dimulai, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan rasa aman dan nyaman tanpa kendala teknis pada armada yang digunakan.
Selain kesiapan fisik kendaraan, pemerintah mengandalkan sistem pengawasan operasi berbasis digital yang terintegrasi di terminal, pelabuhan, bandara, hingga stasiun. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lapangan secara real time untuk pengambilan keputusan cepat jika terjadi kepadatan atau gangguan operasional di titik-titik krusial.
Dalam menjalankan pemantauan tersebut, Kemenhub bersinergi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, hingga Basarnas. Pengawasan diperkuat dengan integrasi 7.100 titik kamera pemantau (CCTV) dan pengerahan 60 drone yang ditempatkan di 80 lokasi strategis untuk memantau pergerakan lalu lintas dari udara.
Meskipun persiapan dilakukan secara maksimal, Kemenhub memproyeksikan adanya sedikit penurunan pergerakan penumpang pada Lebaran 2026 sebesar 1,7 persen, yakni dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang. Penurunan tipis ini tetap diantisipasi dengan skenario pengaturan arus yang matang, terutama pada titik-titik rawan kemacetan.
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada 16 dan 18 Maret. Untuk mengurai kepadatan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan kebijakan work from anywhere (WFA). Skema WFA ini juga direncanakan berlaku saat arus balik pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Bansos Sapa Bantul Rp1,4 Miliar, 1.000 Warga Terima Bantuan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- Mobil China Melesat, Penjualan Naik 79 Persen di Indonesia
- Pemadaman Listrik Jogja 17 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Cek Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat Ini
- Bahaya Bernapas Lewat Mulut Saat Tidur dan Olahraga
- Tenang! Gejala ISPA Bisa Diatasi di Rumah, Ini Syaratnya
Advertisement
Advertisement






