Advertisement
Agresi Israel Picu 100 Ribu Warga Lebanon Mengungsi
Foto ilustrasi pengungsi warga Lebanon. - Antara - Anadolu
Advertisement
Harianjogja.com, BEIRUT—Sekitar 100.000 warga Lebanon dilaporkan mengungsi setelah meningkatnya agresi Israel di wilayah tersebut. Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut jumlah pengungsi akibat konflik Lebanon–Israel berpotensi terus bertambah seiring peringatan evakuasi yang dikeluarkan militer Israel di sejumlah wilayah.
Advertisement
Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, menyampaikan situasi yang terjadi dalam dua hari terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam skala peringatan evakuasi dan kepanikan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai sebagai salah satu situasi paling serius yang terjadi di Lebanon dalam waktu dekat.
Ia menyebut ribuan warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah militer Israel mengeluarkan peringatan agar masyarakat segera meninggalkan sejumlah wilayah yang dianggap berisiko tinggi.
BACA JUGA
"Sejauh ini, sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama, sementara sekitar 57 penampungan masih memiliki sisa ruang, tetapi kapasitasnya langsung penuh," katanya, seperti dikutip dari Antara dari Anadolu, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Riza, gelombang pengungsian tersebut memicu kepanikan di berbagai daerah karena banyak warga meninggalkan tempat tinggal tanpa tujuan yang jelas.
"Warga berhamburan ke mana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlahnya akan langsung bertambah," katanya.
Ia juga mencontohkan kondisi di salah satu penampungan di Beirut yang mengalami lonjakan jumlah pengungsi dalam waktu singkat. Dalam satu hari, jumlah keluarga yang mengungsi di lokasi tersebut meningkat dari 90 keluarga menjadi sekitar 150 keluarga.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 123 orang tewas dan 683 lainnya mengalami luka-luka.
Riza juga menyampaikan bahwa sejumlah tenaga kesehatan turut menjadi korban dalam konflik tersebut. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dalam situasi konflik bersenjata agar fasilitas kesehatan dan tenaga medis tetap terlindungi.
Situasi kemanusiaan di Lebanon diperkirakan masih akan berkembang seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut, sementara lembaga kemanusiaan internasional terus memantau kebutuhan pengungsi yang tersebar di berbagai penampungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ada Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftar Ruasnya
- Pejabat Kongres: AS Belum Punya Pertahanan Memadai Hadapi Drone Shahed
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
Advertisement
Bocah SD Hilang di Muara Sungai Serang Kulonprogo, Tim SAR Sisir TKP
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Suporter Lakukan Salam Nazi, Real Madrid Didenda dan Tribun Ditutup
- Dishub Bantul Siapkan 7 Pos Pantau Mudik, Puncak Arus Diprediksi H-2
- Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
- Pentagon Habiskan Rp60 Triliun dalam 100 Jam Perang Lawan Iran
- Luar Biasa! Kirana Larasati Selam 127 Meter dan Cetak Rekor MURI
- BPOM Temukan 73.722 Tautan Penjual Kosmetik Berbahaya
- Putri KW Tersingkir di Perempat Final All England 2026
Advertisement
Advertisement







