Jusuf Kalla Minta Kampus Tak Asal Cetak Banyak Sarjana
Jusuf Kalla mendorong kampus meningkatkan kualitas lulusan karena setiap tahun sekitar satu juta sarjana menghadapi lapangan kerja terbatas.
Ilustrasi Masjid - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan Lebaran 2026 versi Muhammadiyah tersebut diumumkan melalui maklumat resmi yang menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah Ramadan hingga perayaan Idulfitri.
Ketetapan tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Dokumen itu digunakan sebagai rujukan resmi bagi warga Muhammadiyah dalam menentukan kalender ibadah sepanjang tahun Hijriah.
Penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yakni sistem perhitungan astronomi yang digunakan untuk menentukan awal bulan berdasarkan posisi bulan setelah terjadinya konjungsi atau ijtimak.
Melalui metode tersebut, awal bulan Hijriah dapat ditetapkan ketika peristiwa ijtimak telah terjadi dan posisi bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Dengan pendekatan astronomi tersebut, awal bulan dalam kalender Islam dapat dihitung jauh hari tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung.
Berdasarkan maklumat tersebut, ijtimak menjelang Syawal 1447 Hijriah terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC. Setelah peristiwa tersebut, terdapat wilayah di bumi yang memenuhi parameter kalender hijriah global dengan tinggi bulan lebih dari lima derajat dan elongasi minimal delapan derajat.
Parameter astronomi itulah yang menjadi dasar bagi Muhammadiyah untuk menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Selain menggunakan metode hisab, sistem kalender Muhammadiyah juga merujuk pada konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini menggunakan sejumlah parameter astronomi, antara lain tinggi hilal minimal lima derajat serta elongasi atau jarak sudut bulan terhadap matahari minimal delapan derajat.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan Hari Raya Idulfitri 2026 melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sidang isbat Idulfitri 2026 tersebut rencananya digelar di Auditorium H.M. Rasjidi yang berada di kompleks Kantor Kementerian Agama di Jakarta.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat dilakukan dengan menggabungkan metode perhitungan astronomi atau hisab dan pengamatan langsung hilal atau rukyat.
“Sidang isbat akan diawali dengan paparan posisi hilal berdasarkan data hisab, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan resmi Kemenag, Minggu (1/3/2026).
Meski pemerintah belum menetapkan keputusan resmi, kalender Hijriah yang disusun pemerintah memproyeksikan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Proyeksi tersebut merujuk pada sistem kalender Hijriah pemerintah yang selama ini menjadi acuan dalam pemantauan hilal oleh organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama.
Perbedaan metode penentuan awal bulan antara hisab yang digunakan Muhammadiyah dan rukyat yang digunakan pemerintah berpotensi menimbulkan perbedaan tanggal Idulfitri 2026. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika posisi bulan secara astronomi sudah berada di atas ufuk, tetapi belum terlihat secara visual saat pengamatan hilal dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jusuf Kalla mendorong kampus meningkatkan kualitas lulusan karena setiap tahun sekitar satu juta sarjana menghadapi lapangan kerja terbatas.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.