Advertisement
Mahasiswa Latih Warga Mengolah Sampah dengan Galon Tumpuk
Mahasiswa melatih warga RW 12 Pandeyan membuat galon tumpuk untuk mengolah sampah organik rumah tangga. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah mahasiswa ikut berperan aktif dalam menangani masalah sampah. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan Galom Tumpuk di RW 12 Pandeyan, Kota Jogja.
Para mahasiswa ini tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan Unit IV.A.3 melaksanakan kegiatan pembuatan galon tumpuk bersama warga RW 12 Kelurahan Pandeyan, Kapanewon Umbulharjo, Kota Jogja.
Advertisement
"Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan galon air minum bekas sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik," kata mahasiswa UAD Rr. Hana Afradella Saptohoedojo sebagaimana dikutip, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan dalam kesempatan timnya tidak hanya memperkenalkan konsep galon tumpuk, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada warga, mulai dari proses pembuatan, perakitan, hingga penjelasan mengenai cara kerja dan perawatannya.
BACA JUGA
"Galon tumpuk dinilai sebagai solusi yang tepat karena bersifat praktis, mudah diaplikasikan, tidak memerlukan lahan yang luas, serta sesuai diterapkan di wilayah dengan kepadatan hunian tinggi," ujarnya.
Selain membantu pengolahan sampah organik, pemanfaatan galon bekas juga berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik atau sampah anorganik yang berpotensi mencemari lingkungan. "Kegiatan ini sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan yang diusung dalam program MasJos," ujarnya.
Warga RW 12 Pandeyan menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata dan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Melalui kegiatan pembuatan galon tumpuk ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan semakin meningkat, serta mampu mendorong lahirnya kegiatan serupa yang berkelanjutan di tingkat komunitas.
Sebagaimana diketahui Pemkot Jogja menggulirkan Program MasJos untuk menangani sampai. Mengedepankan lima langkah utama, yaitu : (1) memilah sampah sesuai jenisnya, (2) menyalurkan sampah anorganik ke Bank Sampah, (3) mengolah sampah organik, (4) menghabiskan makanan, serta (5) menggunakan wadah yang dapat digunakan berulang kali.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, pengelolaan sampah berbasis komunitas diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan volume sampah kota serta memperkuat kesadaran lingkungan warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
- Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
- Bahlil: Tambang untuk Ormas Tetap Jalan Meski Diuji MK
- Ketegangan Baru: Uni Eropa Kritik Klaim Donald Trump atas Greenland
- Pencurian Baut Rel di Blitar Ancam Keselamatan Kereta
Advertisement
Jadwal Pemadaman Listrik di Sleman Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Hari Jadi ke-73, DPRD Kulonprogo Anjangsana ke Panti Asuhan
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Pemda DIY Tegaskan UMP 2026 Sudah Jalan Tengah Buruh-Pengusaha
- Libur Nataru, Timbulan Sampah Sleman Capai 648 Ton
- Insentif Guru Swasta Terancam, DPRD DIY Siapkan Skema
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Dari Malioboro, Beny Bangun Usaha Kain Perca di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement



