Advertisement
ESDM: Layanan SPBU di Wilayah Bencana Hampir Pulih
Petugas SPBU hendak melayani pembelian Pertamax Green 95. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir sepenuhnya kembali normal.
Pemulihan tersebut menjadi prioritas selama masa Posko Nasional Sektor ESDM Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kementerian ESDM berkoordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan lancar meski sejumlah wilayah sempat terdampak banjir dan gangguan infrastruktur.
Advertisement
Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, seluruh SPBU yang sebelumnya terdampak bencana telah kembali beroperasi. Sementara di Aceh, sebagian besar SPBU sudah pulih dan hanya tersisa beberapa titik yang masih dalam tahap penyelesaian dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati mengatakan pemulihan pascabencana menjadi salah satu prioritas selama masa Posko Nasional Sektor ESDM Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Penyaluran BBM kepada masyarakat tetap diupayakan optimal melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Erika dalam penutupan posko di Jakarta, Senin.
Pemulihan dilakukan agar distribusi energi kembali berjalan normal di wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan gangguan infrastruktur.
Di Sumatera Utara, pemulihan SPBU telah mencapai 406 SPBU atau 100 persen dari SPBU yang sempat terdampak bencana. Sementara di Sumatera Barat, lanjut dia, seluruh 147 SPBU yang terdampak juga telah kembali beroperasi. “Di Aceh, 151 dari 156 SPBU atau sekitar 97 persen sudah kembali beroperasi," ujarnya.
Ia mengatakan pemulihan SPBU dilakukan bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan serta kondisi infrastruktur pendukung di masing-masing wilayah.
Selain pemulihan infrastruktur energi, posko juga melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan aman dan lancar.
Ia menyebutkan pengawasan dilakukan di 55 kabupaten dan kota yang tersebar di 22 provinsi selama masa posko. Erika menyampaikan hasil pengawasan menunjukkan penyaluran BBM kepada masyarakat dalam kondisi aman.
"Terdapat 82 kejadian gerakan tanah di 17 provinsi serta 10 gempa bumi bermagnitudo di atas 5, dan tercatat tidak ada tsunami," katanya.
Pemulihan hampir menyeluruh ini diharapkan menjamin ketersediaan BBM dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Emas dan Uang Rp46,8 Juta Raib, Polisi Selidiki Pencurian di Kokap
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar Nilai Serangan AS ke Venezuela Bukti Lemahnya PBB
- Lurah Sampang Dipecat, Pemkab Gunungkidul: Tak Ada Pemilihan Pengganti
- Korsleting dan Elpiji Picu Kebakaran di Jogja
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Kebakaran Rumah di Kasihan Bantul, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Libur Nataru, Tol Jogja-Solo Jadi Ruas Tersibuk di Regional Nusantara
Advertisement
Advertisement




