Gunung Ibu Erupsi Lagi, Radius Aman Diperluas 3,5 Km

Newswire
Newswire Rabu, 20 Mei 2026 06:47 WIB
Gunung Ibu Erupsi Lagi, Radius Aman Diperluas 3,5 Km

Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas radius aman sektoral Gunung Ibu hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif bagian utara menyusul terjadinya erupsi susulan di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara. Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali meningkat pada Rabu (20/5/2026) dini hari.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan Gunung Ibu kembali mengalami peningkatan aktivitas erupsi pada pukul 00.49 WIT dengan lontaran abu vulkanik yang terpantau mencapai ratusan meter di atas puncak gunung.

"Erupsi tersebut melontarkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut," kata dia di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi Gunung Ibu tercatat memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi sekitar 52 detik. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Seiring status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Selain itu, zona aman sektoral sejauh 3,5 kilometer juga diberlakukan khusus ke arah bukaan kawah bagian utara karena area tersebut dinilai memiliki potensi bahaya lebih tinggi akibat aktivitas erupsi.

Apabila terjadi hujan abu vulkanik, warga yang masih beraktivitas di luar ruangan diminta untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker penutup hidung dan mulut serta kacamata guna mengurangi risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Badan Geologi juga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat meningkatkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici untuk memperkuat pemantauan aktivitas vulkanik dan langkah mitigasi di lapangan.

Sementara itu, masyarakat di Pulau Halmahera diimbau terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu melalui aplikasi resmi pemerintah, Magma Indonesia, guna memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik dan rekomendasi kebencanaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online