Polisi Kejar Aset Tersangka Investasi Bodong Banyumas, Kerugian Rp25 M
Polresta Banyumas memburu aset tersangka investasi bodong melalui penyidikan TPPU untuk memulihkan kerugian korban yang diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto merasa resah terhadap persoalan sampah yang hingga kini belum terselesaikan di berbagai daerah. Permasalahan sampah dinilai menjadi pekerjaan besar yang harus segera dibenahi jika Indonesia ingin menjadi negara maju.
Menurut Zulkifli Hasan atau Zulhas, persoalan sampah sudah berlangsung menahun dan masih mudah ditemui di banyak wilayah. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
“Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa' mengelola sampah saja tidak bisa,” kata Zulhas saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu.
Zulhas menjelaskan, teknologi pengolahan sampah sebenarnya sudah berkembang dan tersedia dalam berbagai bentuk. Namun, penerapan teknologi tersebut di Indonesia masih terkendala panjang dan rumitnya proses perizinan.
Ia menyebut, selama 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi modern yang berhasil memperoleh izin. Dari dua proyek tersebut, satu tidak dapat beroperasi, sementara satu lainnya berjalan tidak stabil.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya regulasi dan tahapan birokrasi yang harus dilalui untuk membangun fasilitas pengolahan sampah.
“Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan,” ujarnya.
Melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah berupaya menyederhanakan proses perizinan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Zulhas menambahkan, saat ini pemerintah tengah menangani persoalan sampah di 71 kota yang tersebar pada 22 kawasan aglomerasi dan masuk kategori darurat sampah.
Beberapa daerah yang menjadi prioritas penanganan antara lain Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung yang dinilai menghadapi persoalan sampah cukup serius.
“Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028,” kata Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas memburu aset tersangka investasi bodong melalui penyidikan TPPU untuk memulihkan kerugian korban yang diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
El Nino 2026 diprediksi terjadi Juli-Oktober. Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Bulog menarik Minyakita produksi PT KMR yang diduga berbau solar di tiga daerah Jateng dan memastikan seluruh produk diganti.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.