Korban Keracunan MBG Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Simak Syaratnya
BPJS Kesehatan menanggung pengobatan keracunan MBG, tetapi ada ketentuan jika kasus ditetapkan sebagai KLB.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto merasa resah terhadap persoalan sampah yang hingga kini belum terselesaikan di berbagai daerah. Permasalahan sampah dinilai menjadi pekerjaan besar yang harus segera dibenahi jika Indonesia ingin menjadi negara maju.
Menurut Zulkifli Hasan atau Zulhas, persoalan sampah sudah berlangsung menahun dan masih mudah ditemui di banyak wilayah. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
“Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa' mengelola sampah saja tidak bisa,” kata Zulhas saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu.
Zulhas menjelaskan, teknologi pengolahan sampah sebenarnya sudah berkembang dan tersedia dalam berbagai bentuk. Namun, penerapan teknologi tersebut di Indonesia masih terkendala panjang dan rumitnya proses perizinan.
Ia menyebut, selama 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi modern yang berhasil memperoleh izin. Dari dua proyek tersebut, satu tidak dapat beroperasi, sementara satu lainnya berjalan tidak stabil.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya regulasi dan tahapan birokrasi yang harus dilalui untuk membangun fasilitas pengolahan sampah.
“Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan,” ujarnya.
Melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah berupaya menyederhanakan proses perizinan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Zulhas menambahkan, saat ini pemerintah tengah menangani persoalan sampah di 71 kota yang tersebar pada 22 kawasan aglomerasi dan masuk kategori darurat sampah.
Beberapa daerah yang menjadi prioritas penanganan antara lain Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung yang dinilai menghadapi persoalan sampah cukup serius.
“Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028,” kata Zulhas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Kesehatan menanggung pengobatan keracunan MBG, tetapi ada ketentuan jika kasus ditetapkan sebagai KLB.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.