Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Konflik Timur Tengah

Newswire
Newswire Selasa, 19 Mei 2026 10:47 WIB
Megawati dan Dubes Kuwait Bahas Konflik Timur Tengah

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut membahas konflik Timur Tengah hingga hubungan bilateral Indonesia dan Kuwait.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak turut menyoroti dampak konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah terhadap stabilitas global, termasuk posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politikus PDIP M. Guntur Romli.

Hasto menjelaskan Duta Besar Kuwait menyampaikan apresiasi atas dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut Dubes Khalid, apa yang terjadi di Palestina saat ini dinilai sebagai bentuk kolonialisme terakhir yang masih berlangsung di dunia.

Ia juga menyebut negara-negara Arab, termasuk Kuwait, menaruh penghormatan besar kepada Presiden pertama RI, Sukarno atau Bung Karno, atas perjuangannya melawan kolonialisme yang menjadi inspirasi bagi banyak negara berkembang.

“Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait. Kuwait kemudian bergabung dengan Gerakan Non-Blok. Saat ini, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South, terutama karena sejarah perjuangannya dalam meraih kemerdekaan yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Kuwait,” kata Hasto.

Menanggapi hal itu, Megawati menegaskan Indonesia memiliki peran geopolitik penting dalam sejarah penyelenggaraan Bandung Conference atau Konferensi Asia-Afrika. Salah satu poin penting konferensi tersebut adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” ujar Megawati.

Selain membahas Palestina, pertemuan juga menyinggung konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah. Megawati mengaku prihatin terhadap dampak perang terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak perang yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik,” kata Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Khalid menegaskan Kuwait bukan bagian dari konflik bersenjata di kawasan dan menolak penggunaan wilayah maupun ruang udaranya untuk kepentingan serangan militer terhadap negara lain.

Namun, menurut Dubes Kuwait, negaranya tetap menghadapi serangan intensif selama hampir dua bulan terakhir. Serangan itu disebut menyasar fasilitas sipil seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, hingga gedung pemerintahan dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Namun demikian, selama hampir dua bulan terakhir Kuwait terus menghadapi serangan intensif. Serangan-serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung-gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan Iran tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip-prinsip hukum internasional. Dengan dalih bahwa serangan Iran tersebut bertujuan untuk mengganggu fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di Kuwait,” ujar Dubes Khalid.

Khalid Jassim Al-Yassin menambahkan Kuwait tetap berkomitmen menjaga perdamaian dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Kuwait juga berharap Indonesia dapat berperan dalam mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah.

“Posisi tersebut telah disampaikan kepada Iran, namun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

Pertemuan itu turut membahas pentingnya stabilitas jalur perdagangan internasional, termasuk persoalan Strait of Hormuz yang dinilai memiliki peran strategis bagi pasar energi global. Dubes Kuwait menekankan perlunya pembukaan kembali jalur tersebut demi menjaga stabilitas perdagangan dan distribusi energi dunia.

Hasto juga menyebut kepemimpinan Megawati saat ini masih menjadi perhatian komunitas internasional. Menurut dia, banyak duta besar negara sahabat yang terus menjalin komunikasi dengan Megawati terkait isu geopolitik dan perdamaian global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online