Kedai Kopi di Banyumas Ini Manfaatkan QRIS untuk Hadapi Persaingan Usaha
Kedai kopi Berkah Swasembada di Banyumas memanfaatkan QRIS BRI dan layanan digital dengan pendampingan BRI Region 11 Yogyakarta.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SAN DIEGO—Insiden penembakan di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Amerika Serikat, menewaskan lima orang, termasuk dua terduga pelaku. Peristiwa berdarah itu kini diselidiki sebagai dugaan kejahatan kebencian terhadap komunitas Muslim oleh aparat setempat dan FBI.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam tragedi penembakan di pusat aktivitas Muslim terbesar di San Diego tersebut. KJRI juga terus berkoordinasi dengan komunitas Muslim Indonesia di wilayah itu untuk memastikan kondisi para WNI tetap aman pascainsiden.
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (19/5/2026), Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Afina Burhanuddin, mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat atau Selasa pukul 01.40 WIB.
Menurut Afina, lima orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, termasuk seorang petugas keamanan serta dua tersangka pelaku yang masing-masing berusia 17 tahun dan 19 tahun.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menyebut tiga korban tewas lainnya merupakan laki-laki. Ia juga mengatakan pihak kepolisian masih mendalami motif penembakan yang hingga kini belum diumumkan secara resmi.
"Namun, Departemen Kepolisian San Diego menduga bahwa serangan ini ada kaitannya dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim," kata Afina.
Penyelidikan kasus penembakan di Islamic Center San Diego kini melibatkan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI. Aparat federal bersama kepolisian setempat terus mengumpulkan bukti dan informasi tambahan terkait insiden tersebut.
Scott Wahl mengatakan informasi awal menunjukkan dua tersangka kemungkinan meninggal akibat bunuh diri setelah melakukan aksi penembakan di area pusat kegiatan Islam tersebut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tragedi penembakan tersebut sebagai "situasi yang mengerikan."
Trump mengatakan pejabat pemerintah federal maupun pemerintah negara bagian sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui kronologi lengkap serta motif di balik serangan tersebut.
"Yang terjadi adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima pembaruan informasi awal, dan kami akan terus memantaunya dengan cermat," ujar Trump seperti dikutip Anadolu.
Islamic Center of San Diego (ICSD) dikenal sebagai pusat ibadah dan aktivitas komunitas Muslim terbesar di San Diego. Lokasinya berada sekitar 15 kilometer dari pusat kota dan selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, serta sosial masyarakat Muslim di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kedai kopi Berkah Swasembada di Banyumas memanfaatkan QRIS BRI dan layanan digital dengan pendampingan BRI Region 11 Yogyakarta.
Jadwal layanan SIM keliling di Kota Jogja hari ini Sabtu (9/10/2026) berlokasi di Alun-Alun Kidul malam hari.
Prakiraan cuaca Jogja 10 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu udara DIY berkisar 22–32°C dengan kelembapan mencapai 92%.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Cek jadwal KSPN Jogja Sabtu 10 Oktober 2026 ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 10 Oktober 2026. Tarif normal Rp80.000 per penumpang.