Advertisement
Banjir Lahar Hujan Semeru Berlangsung Lebih dari 3 Jam
Banjir lahar hujan Gunung Semeru berlangsung lebih dari tiga jam. Debit air DAS meningkat, warga dan penambang diimbau menjauh. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, LUMAJANG—Aktivitas banjir lahar hujan Gunung Semeru tercatat berlangsung lebih dari tiga jam pada Minggu sore, ditandai dengan peningkatan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan pemantauan kegempaan, getaran banjir lahar hujan terekam dengan amplitudo cukup tinggi dan durasi panjang, menunjukkan derasnya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan dari puncak Gunung Semeru.
Advertisement
Selain banjir lahar hujan, Gunung Semeru juga menunjukkan aktivitas vulkanik lain berupa gempa letusan, guguran, dan harmonik. Kondisi ini menandakan aktivitas gunung api masih fluktuatif dan berpotensi memicu bahaya lanjutan di wilayah sekitarnya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa dalam pengamatan kegempaan selama enam jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi mencapai 12.000 detik atau lebih dari tiga jam.
BACA JUGA
Dalam periode yang sama, Gunung Semeru juga mengalami 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12–22 milimeter dan durasi 91–114 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 5–7 milimeter dan durasi 47–56 detik, serta satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 11 milimeter dan durasi 69 detik.
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati, sementara kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah bertiup ke arah selatan dan barat daya.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Semeru menjadi pemicu terjadinya banjir lahar hujan. Meski demikian, aliran lahar tersebut masih berada di wilayah sungai dan belum berdampak pada permukiman warga.
“Debit air cukup deras, sehingga kami mengimbau para penambang untuk menjauh dari daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru,” ujarnya.
Hingga Minggu petang, BPBD Lumajang belum menerima laporan adanya kerusakan akibat peristiwa banjir lahar hujan tersebut.
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Siaga atau Level IV. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Semeru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
Advertisement
Selamat! Banyuraden Raih Peringkat II Desa Terbaik Nasional 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Perluas Keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih
- Ada Ancaman Keamanan, Kunker Wapres Gibran ke Yahukimo Ditunda
- UGM: Harga Pakan Berpotensi Naik akibat Geopolitik Global
- Bulgaria Siap Meramaikan FIFA Series 2026 di Indonesia
- Korban Arisan Online Geruduk Rumah LK, Kerugian Rp10 M
- Keran Air Siap Minum Aktif Lagi di Malioboro, Ini Titik Lokasinya
- Sleman Mulai Monitoring Penerapan UMK 2026 di Industri Menengah
Advertisement
Advertisement




