Advertisement
97 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel Saat Gencatan Senjata
Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, GAZA—Sedikitnya 97 warga tak berdosa Palestina tewas dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, kata Pemerintah Gaza, yang mencatat 21 pelanggaran pada Minggu (19/10/2025).
Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pasukan Israel telah melakukan 80 pelanggaran terdokumentasi sejak deklarasi gencatan senjata, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Advertisement
Pelanggaran tersebut mencakup penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan massal, penargetan disengaja, pembentukan “sabuk tembak”, serta penangkapan warga sipil.
Pemerintah Gaza menuduh militer Israel menggunakan kendaraan lapis baja, tank di tepi permukiman, derek elektronik dengan sistem penargetan jarak jauh, serta pesawat tempur dan drone quadcopter dalam melancarkan serangan.
BACA JUGA
“Pelanggaran ini terjadi di seluruh wilayah Gaza tanpa terkecuali. Fakta ini menegaskan bahwa pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata dan terus menjalankan kebijakan pembunuhan dan teror terhadap rakyat kami,” sebut pernyataan itu.
Pemerintah Gaza menuntut pertanggungjawaban penuh tentara Israel dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa serta pihak penjamin perjanjian untuk segera turun tangan menghentikan kekerasan.
Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel diusulkan Presiden AS Donald Trump telah mulai berlaku pada 10 Oktober. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan bertahap pasukan Israel, pertukaran tahanan, akses bantuan kemanusiaan segera, dan perlucutan senjata Hamas.
Gencatan senjata ini mengakhiri dua tahun perang genosida Zionis Israel yang menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, melukai sekitar 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
BMKG Prakirakan Hujan Sangat Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Jadwal Lengkap SIM Keliling Sleman Februari 2026
- BRIN Tekankan Ekosistem Sosial dalam Pelestarian Manuskrip Nusantara
- Bukan Karst Biasa, Badan Geologi Ungkap Keanehan Sinkhole Situjuah
- Mahasiswa Unisa Jogja Terduga Pelaku Kekerasan Diskorsing 2 Semester
- Hujan Berpotensi Guyur Kota Besar Indonesia, Waspadai Cuaca Ekstrem
- KLa Project Rayakan 37 Tahun Bermusik Lewat Konser LUX NOVA
- Beranda Migran Perkuat Pemulihan Psikososial Korban Kebakaran PMI
Advertisement
Advertisement



