Advertisement
Kawasan Diplomatik IKN Disiapkan Jadi Pusat Hubungan Internasional
Salah satu embung yang terdapat di IKN.ist - pupr
Advertisement
Harianjogja.com, PENAJAM PASER UTARA—Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan kawasan diplomatik dengan fasilitas hunian, sekolah, dan ruang hijau untuk mendukung aktivitas perwakilan negara sahabat. Lahan yang disiapkan kurang lebih 62,9 hektare.
"Kami menyediakan lahan seluas 62,9 hektare yang akan dikembangkan menjadi diplomatic compound," ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia ketika ditanya menyangkut pengembangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (6/10/2025).
Advertisement
"Kawasan khusus untuk perwakilan negara-negara sahabat disiapkan secara serius," tambahnya.
Pembangunan kawasan diplomatik internasional telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri, sebagai perwakilan untuk menyampaikan detail rencana tersebut kepada semua kedutaan besar negara mitra.
BACA JUGA
Kawasan diplomatic compound dilengkapi fasilitas hunian, sekolah, area perdagangan dan jasa, hingga ruang terbuka hijau, jelas Mia Amalia, dirancang untuk mendukung aktivitas diplomatik secara nyaman dan berkelanjutan.
Kawasan diplomatik IKN yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut, untuk menampung kedutaan besar negara-negara sahabat.
Bangladesh, salah satu negara sahabat, mendukung penuh pembangunan IKN, dan rencana pemindahan pusat pemerintahan Indonesia, termasuk kawasan diplomatik internasional yang ditargetkan mulai aktif pada 2028.
Bangladesh sangat mendukung proyek pembangunan IKN dan kantor kedutaan siap pindah ke IKN, kata Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Md Tarikul Islam, apalagi fasilitas yang disiapkan sangat memadai.
Bangladesh juga melirik kerja sama sektor pertanian, memiliki keunggulan dalam industri agro-processing dan berharap dapat memperluas kolaborasi dengan Indonesia, terutama dalam pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hutan (forest city).
Bangladesh juga memiliki kekuatan di industri pertanian, dan diharapkan dapat menjalin kolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam pembangunan IKN, demikian Md Tarikul Islam.
IKN bukan hanya simbol transformasi pemerintahan, tetapi juga jembatan kerja sama internasional sebagai pusat diplomasi baru Indonesia di masa depan, serta kota dunia yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







