IBM Soroti Bahaya ChatGPT Tanpa Izin di Lingkungan Bank
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menargetkan 73% sekolah di Indonesia sudah memiliki smart TV pada tahun pertama pemerintahannya sebagai upaya pemerataan akses digital pendidikan.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan Presiden Prabowo Subianto berencana membagikan 330.000 smart board atau smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Pembagian smart TV tersebut merupakan salah satu program Presiden Prabowo dalam bidang digitalisasi pendidikan.
“Program yang terbaru adalah program Pak Prabowo untuk menyediakan smart TV, layar smart itu di 330.000 sekolah masing-masing di Indonesia,” kata Qodari dalam acara DGVeRS: Celebrating Connectivity, Creativity, & Community di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Qodari menjelaskan, smart tv tersebut berfungsi untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh.
Melalui program ini, sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari pusat kota seperti Jakarta akan mendapatkan materi pelajaran dengan kualitas optimal beserta dengan staf pengajar yang berkualitas.
“Supaya sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari Jakarta, jauh dari pusat, bisa tetap mendapatkan materi-materi pengajaran yang berkualitas oleh guru yang berkualitas. Sedemikian tekad pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia,” katanya.
BACA JUGA: Demam Ringan Setelah Imunisasi Anak Bisa Ditangani di Rumah
Qodari melanjutkan, jumlah total sekolah di seluruh Indonesia sekitar 450.000. Pembagian smart tv pada tahap pertama sebanyak 330.000 unit tersebut diklaim sudah mencakup sekitar 73% dari total jumlah sekolah di seluruh Indonesia.
“Di tahun pertama beliau jadi Presiden, beliau ingin agar 73 persen sekolah di seluruh Indonesia punya akses digital,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menyalurkan smart TV ke sejumlah sekolah umum termasuk sekolah rakyat meski baru mampu satu unit per sekolah.
Hal ini dia sampaikan seusai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
“Tahun ini kita harapkan 330.000 sekolah akan dapat [smart TV]. 10 November, saya dapat laporan 100.000 sekolah akan dapat, sekarang baru 10.000, kemudian tahun depan kita tambah 1 sekolah 3 layar, idealnya nanti satu kelas 1 layar,” jelasnya.
Menurut Prabowo, pemanfaatan smart TV akan memungkinkan pembelajaran jarak jauh, terutama di wilayah terpencil dengan keterbatasan tenaga pengajar. Nantinya, guru-guru terbaik nasional akan dipilih untuk menyiarkan materi secara langsung ke seluruh sekolah.
“Smart TV ini interaktif, jadi saya dari pusat bisa lihat kelas yang tidak ada gurunya atau gurunya kewalahan. Kita berusaha segala cara untuk anak-anak kita disiapkan, dididik yang baik. Kita tidak boleh kalah karena persaingan ketat di dunia,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Arsitektur bukan sekadar persoalan bentuk dan tampilan bangunan. Cara seseorang bergerak, memperhatikan lingkungan, hingga merasakan suasana dalam sebuah ruang
Mahasiswa UJB dan UNY mempelajari pengolahan sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair dan briket di Bank Sampah Berlian 08, Tompeyan, Jogja.
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.