Sisa Roket SpaceX Hantam Bulan, Ilmuwan Cari Kawah Baru
Sisa roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam Bulan dekat Kawah Einstein. NASA dan ilmuwan dunia kini memburu kawah baru yang terbentuk untuk kepentingan peneliti
Bendera India (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis air bersih parah melanda ibu kota India, New Delhi, akibat polusi ekstrem Sungai Yamuna yang terus memburuk. Meski pemerintah setempat mengklaim distribusi air mulai pulih, jutaan warga masih kesulitan memperoleh air layak konsumsi, menyusul lumpuhnya sebagian besar instalasi pengolahan air akibat lonjakan kadar amonia dari limbah industri.
Yamuna pollution crisis reports mengungkapkan, sebanyak enam dari sembilan instalasi pengolahan air utama di New Delhi terpaksa berhenti beroperasi, setelah kandungan amonia di Sungai Yamuna melonjak jauh di atas ambang aman. Kondisi ini berdampak langsung pada sekitar dua juta penduduk di 43 kawasan, sementara sekitar 600.000 warga di 10 wilayah dilaporkan tidak menerima pasokan air sama sekali selama beberapa hari.
Di lapangan, kualitas air yang mengalir ke permukiman warga memicu kekhawatiran serius. Seusai keran dibuka, air kerap berwarna keruh, kekuningan hingga hitam pekat, disertai bau menyengat menyerupai telur busuk. Warga terpaksa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan terbatas, meski berisiko bagi kesehatan.
Sungai Yamuna memiliki peran vital dengan menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan air New Delhi, namun kondisinya kini berada pada titik terburuk. Secara geografis, hanya dua persen aliran sungai yang melintasi wilayah Delhi, tetapi kawasan ini justru menyumbang sekitar 76 persen total pencemaran sepanjang sungai.
Hasil kajian lingkungan menunjukkan kandungan oksigen terlarut di Sungai Yamuna kerap menyentuh angka nol, menandakan kondisi perairan yang nyaris mati. Permukaan sungai juga sering tertutup busa putih beracun yang berasal dari limbah rumah tangga dan industri, memperparah degradasi ekosistem air.
Masalah diperparah oleh pertumbuhan kota yang tidak terencana serta buruknya sistem sanitasi, terutama di kawasan permukiman ilegal. Jutaan warga di wilayah tersebut tidak memiliki akses ke jaringan pembuangan limbah memadai, sehingga limbah domestik dan sampah ritual keagamaan langsung mencemari sungai dan air tanah.
Pemerintah India sebenarnya menjanjikan pembangunan jaringan pembuangan limbah baru pada 2028, namun rencana ini dinilai terlalu lambat dan tidak sebanding dengan tingkat kedaruratan yang dihadapi warga. Tanpa solusi struktural yang segera, krisis air dikhawatirkan akan terus berulang.
Krisis air bersih di New Delhi menjadi cerminan kegagalan pengelolaan lingkungan dan tata kota, yang berujung pada ancaman kesehatan serius bagi masyarakat. Seusai pasokan air pulih secara sementara, warga tetap merasa terabaikan dan hidup dalam bayang-bayang krisis serupa di tengah lingkungan yang semakin tercemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sisa roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam Bulan dekat Kawah Einstein. NASA dan ilmuwan dunia kini memburu kawah baru yang terbentuk untuk kepentingan peneliti
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun