Advertisement
Viral Ramai-ramai Kibarkan Bendera One Piece, Warga Semarang Melukisnya di Jalanan
Seorang pemuda sedang melukis gambar logo One Piece di jalanan kampung Kota Semarang, Sabtu (2/8/2025). - Solopos/Fitroh Nurikhsan.
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Bendera bajak laut One Piece, anime legendaris asal Jepang kini viral di medsos. Banyak warga mengibarkannya terutama di mobil jenis truk dan bisa ditemui di berbagai daerah. Sebuah kampung di Kota Semarang turut memeriahkan momen jelang 17 Agustus dengan cara unik: melukis tengkorak bertopi jerami alias Jolly Roger milik kelompok bajak laut Monkey D. Luffy di jalanan kampung.
Dalam sepekan terakhir, media sosial ramai membicarakan fenomena pengibaran bendera One Piece. Aksi itu bahkan sampai memancing komentar dari sejumlah pejabat pemerintah pusat, lantaran bendera tersebut kerap dikaitkan dengan pemberontakan dan perlawanan terhadap tirani.
Advertisement
BACA JUGA: Sri Mulyani Berjanji Konsisten Alokasikan Anggaran Kesehatan 5 Persen di APBN
Namun bagi warga kampung di Semarang, lukisan One Piece tak lebih dari karya seni anak-anak muda. Setiawan, salah satu warga setempat, menegaskan lukisan tersebut adalah tradisi rutinan warga menjelang Hari Kemerdekaan RI.
“Ini bentuk kreativitas remaja di kampung kami. Setiap tahun jalanan dihias dengan berbagai gambar. Salah satunya ya anime One Piece karena memang sedang digemari anak muda,” ujar Setiawan, Sabtu (2/8/2025).
Menurutnya, lukisan logo Jolly Roger yang dibuat dengan cat yang didominasi warna putih itu bukan kali pertama dibuat di kampung tersebut. Bahkan, karakter Luffy dan simbol-simbol anime lainnya sering kali muncul dalam hiasan Agustusan selama beberapa tahun terakhir.
“Sebenarnya sudah sering gambar One Piece. Kadang di sini, kadang di ujung sana. Cuma baru sekarang ramai karena kebetulan di medsos juga benderanya lagi viral,” ucapnya.
Sebagian pihak menafsirkan bendera Jolly Roger sebagai simbol perlawanan. Dalam dunia One Piece, bendera itu memang dipasang oleh kelompok bajak laut di wilayah kekuasaannya. Merusaknya berarti menyatakan perang. Tapi menurut Setiawan, konteks di dunia nyata jelas berbeda.
“Nggak ada maksud apa-apa, nggak ada pemberontakan. Ini cuma gambar anime. Kalau pun dianggap kritikan, ya itu sah-sah saja. Tapi jangan dibawa terlalu serius,” ujarnya.
BACA JUGA: Kecelakaan 2 Motor Beradu Banteng di Jalan Sambisari Kalasan, Terekam CCTV
Sebagai pecinta anime, Setiawan justru menganggap One Piece mengajarkan nilai-nilai keberanian, pertemanan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.
“Tokohnya itu bajak laut, tapi bajak laut yang melawan penindasan di berbagai pulau. Jadi bukan semata pemberontakan ke negara, tapi lebih ke nilai-nilai keadilan. Yang penting, masyarakat harus bijak menyikapi. Ini cuma gambar anime, bukan aksi pemberontakan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Ini Penyebab Meninggalnya Tentara Indonesia di Lebanon
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
Advertisement
Advertisement








