Advertisement
100 Orang Lebih Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Utara
Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua - Rizek Abdeljawad
Advertisement
Harianjogja.com, GAZA—Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza utara telah melampaui 100 orang dalam 12 jam terakhir, demikian disampaikan oleh Pertahanan Sipil di Gaza pada Jumat (16/5).
Advertisement
Dalam sebuah pernyataan pada hari yang sama, otoritas kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa setidaknya 109 jenazah dan 216 korban luka telah dipindahkan ke rumah sakit pada Jumat.
BACA JUGA: Tekad Persija Menang Atas PSS Sleman
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil di Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hari itu adalah "hari yang sulit dan penuh darah bagi Jalur Gaza utara."
Sumber-sumber medis Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Sejumlah saksi mata dan sumber keamanan melaporkan bahwa serangan udara dan darat Israel terus berlanjut sejak dini hari, menyasar rumah penduduk dan tempat penampungan di Jabalia dan Beit Lahia di Jalur Gaza utara.
Beberapa korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang tidak dapat dijangkau oleh tenaga kesehatan.
Pada 18 Maret, Israel melanjutkan operasi militernya di daerah kantong tersebut. Setidaknya 2.985 warga Palestina telah terbunuh dan 8.173 lainnya menderita luka-luka sejak Israel kembali melancarkan serangan intensifnya, sehingga total korban tewas sejak Oktober 2023 bertambah menjadi 53.119 orang, dan korban luka mencapai 120.214 orang, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Jumat.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa dengan arahan intelijen, pasukannya melanjutkan kegiatan operasional melawan kelompok-kelompok militan di Jalur Gaza, menyerang "lebih dari 150 target teror" di seluruh area tersebut, termasuk pos-pos rudal antitank, sel-sel teroris, struktur militer, dan pusat-pusat operasional.
Pada 18 Maret, Israel melanjutkan operasi militernya di daerah kantong tersebut. Setidaknya 2.985 warga Palestina telah terbunuh dan 8.173 lainnya menderita luka-luka sejak Israel kembali melancarkan serangan intensifnya, sehingga total korban tewas sejak Oktober 2023 bertambah menjadi 53.119 orang, dan korban luka mencapai 120.214 orang, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Xinhua dan Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







