Advertisement
Ini Dia Negara Paling Aman di Dunia, Indonesia Masuk 10 Besar Wilayah Asia Pasifik

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Berdasarkan Indeks Perdamaian Global 2024 atau Global Peace Index (GPI) 2024 yang dirilis Institute for Economics and Peace (IEP), Islandia menjadi negara paling damai di dunia.
GPI mengukur tingkat perdamaian negatif suatu negara menggunakan tiga domain kedamaian. Semakin kecil skor yang terlihat, maka sebuah negara dikatakan paling damai.
Advertisement
Dalam dokumen hasil riset tersebut dinyatakan negara paling damai adalah Islandia dengan skor 1.112. Negara Asia Tenggara yang masuk dalam 10 besar negara paling damai adalah Singapura di peringkat ke-5 dengan skor 1.339 dan Malaysia di peringkat ke-10 dengan skor 1.427.
Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-48 dengan skor 1.857. Posisi Indonesia dalam indeks ini turun empat peringkat.
Adapun, domain pertama untuk mengukur Indeks Perdamaian Global ini adalah konflik domestik dan internasional yang berkelanjutan. Domain ini menggunakan enam indikator statistik untuk menyelidiki sejauh mana negara-negara terlibat dalam konflik internal dan eksternal, serta peran dan durasi keterlibatan mereka dalam konflik.
Kedua, tingkat keharmonisan atau perselisihan dalam suatu negara. Domain ini memiliki 11 indikator yang secara umum menilai memberikan gambaran keamanan dan keselamatan masyarakat di sebuah engara. Baca Juga Daftar Negara Paling Banyak Rilis Golden Visa.
"Hal tersebut menyatakan bahwa tingkat kejahatan yang rendah, aktivitas teroris yang minimal dan demonstrasi yang disertai kekerasan," tulis dokumen tersebut, seperti dikutip dari Bisnis.com, Selasa (27/8/2024).
Selain itu, 11 indikator dalam domain kedua ini juga berkaitan dengan hubungan harmonis dengan negara-negara tetangga, situasi politik yang stabil, dan sebagian kecil penduduk yang mengungsi atau menjadi pengungsi yang dapat mencerminkan kondisi peredamaian di satu negara.
Domain ketiga yang mengukur kedamaian sebuah negara adalah militerisasi. Dalam domain ini terdapat enam indikator yang mencerminkan hubungan antara tingkat pembangunan militer suatu negara dan akses ke senjata serta tingkat kedamaiannya, baik di dalam negeri maupun internasional.
BACA JUGA: Demonstrasi Semarang Ricuh: Puluhan Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Dalam dokumen tersebut dijelaskan, dalam 17 tahun terakhir dunia menjadi kurang stabil karena adanya peningkatan ketidakstabilan politik, jumlah konflik, kematian akibat konflik, dan kasus demonstrasi yang disertai kekerasan.
Dari 23 indikator GPI, delapan indikator mencatat peningkatan sementara 13 indikator mencatat penurunan, serta dua indikator lainnya mencatat tidak ada perubahan selama tahun lalu.
Penurunan terbesar terjadi pada pendanaan pemeliharaan perdamaian PBB, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada indikator demonstrasi yang disertai kekerasan. Demonstrasi yang disertai kekerasan memiliki peningkatan rata-rata terbesar dari semua indikator.
Ada 64 negara yang mencatat peningkatan pada indikator tersebut, dibandingkan dengan 60 negara yang mencatat penurunan.
Namun, demonstrasi yang disertai kekerasan masih umum terjadi di seluruh dunia, dengan 152 negara mencatat setidaknya satu demonstrasi yang disertai kekerasan selama setahun terakhir. Skor rata-rata untuk indikator tersebut juga jauh lebih tinggi daripada 15 tahun yang lalu.
Peningkatan terbesar dalam demonstrasi yang disertai kekerasan terjadi di Kazakhstan, Iran, Ukraina, dan Uzbekistan.
Berikut 10 negara paling damai di dunia menurut GPI 2024:
- Islandia
- Irlandia
- Austria
- Selandia Baru
- Singapura
- Swiss
- Portugal
- Denmark
- Slovenia
- Malaysia
Sementara bila diurutkan berdasarkan kelompok negara di Asia Pasifik, berikut 10 negara paling damai:
- Selandia Baru
- Singapura
- Malaysia
- Jepang
- Australia
- Vietnam
- Taiwan
- Mongolia
- Korea Selatan
- Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JiBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik Lebaran, Tol Semarang-Solo Bakal Dibikin Satu Arah Saat Kendaraan Menumpuk
- Libur Lebaran, Belasan Rumah TNI di Asrama Gajah II Terbakar
- Prison Break Sorong, Tujuh Narapidana Lapas Kabur dengan Melubangi Tembok Pakai Sendok Makan
- Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Ancaman Gempa Dahsyat, Perkiraan Korban hingga 300 Ribu Orang
- Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement

WhatsApp Tambah Fitur Baru, Bisa Update Status Pakai Lagu Mirip Instagram
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PM Anwar Beri Bantuan Tunai untuk Korban Terbakarnya Pipa Petronas Gas Berhand
- PMI Sediakan Hadiah dan Suvenir Bagi Pendonor
- Sehari, 41.197 Kendaraan Keluar dari Pintu Tol di Klaten
- Arus Balik via Transportasi Udara Dimulai Hari Ini
- Menteri Karding Larang Warga Kerja di Kamboja dan Myanmar, Ini Alasannya
- Warga Wonogiri Ditemukan Meninggal di Sungai Code, Berikut Penjelasan Kepala Desa
- Bikin Septitank, Penyintas Gunung Lewotobi Temukan 16 Granat
Advertisement
Advertisement