Timnas U-15 Indonesia Kalah 0-3 dari Wales di Festival FIFA
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Ilustrasi perbudakan mantan bupati langkat. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Putusan bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Langkat, Sumatera Utara kepada mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin atas perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) disesalkan oleh Komnas HAM.
Komisioner Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan bahwa Komnas HAM menyesalkan putusan tersebut. "Kami menilai bahwa putusan tersebut tidak memenuhi hak atas keadilan, terutama bagi para korban, utamanya keluarga korban yang telah meninggal dunia,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (10/7/2024).
BACA JUGA: Seluas 6X6 Meter, Kerangkeng Milik Bupati Langkat Tampung 48 Orang
Atas proses peradilan yang dilakukan Majelis Hakim PN Stabat, Komnas HAM menilai lembaga-lembaga pengawas peradilan, seperti Komisi Yudisial, perlu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proses tersebut. "Komnas HAM juga mendukung Kejaksaan yang akan melakukan atasi atas kasus tersebut,” kata dia.
Ia mengatakan, putusan membebaskan Terbit Rencana yang merupakan seorang terdakwa dalam kasus kerangkeng manusia, menjadi kontra produktif dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam memerangi TPPO yang sudah dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa.
“Putusan bebas tersebut akan berpotensi melanggengkan impunitas bagi pelaku TPPO, terutama pelaku yang merupakan oknum aktor negara,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa penguatan, pencegahan, dan penanganan TPPO perlu dilaksanakan lebih masif lagi bagi semua pemangku kepentingan, termasuk lembaga peradilan, agar memiliki pemahaman yang sama tentang bahaya kejahatan tersebut.
Diketahui bahwa dalam amar putusan yang dibacakan pada Senin (8/7), Majelis Hakim PN Stabat, Langkat, menyatakan bahwa Terbit tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan penuntut umum. Majelis hakim juga meminta agar hak serta harkat martabat terdakwa dalam perkara ini dipulihkan.
BACA JUGA: Bupati Langkat di Pusaran Suap dan Perbudakan Manusia
Kasus yang menjerat mantan Bupati Langkat itu berawal dari penemuan praktik kerangkeng manusia di kediaman pribadinya, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 19 Januari 2022
Kerangkeng manusia ini disebutkan bakal digunakan untuk 'memenjarakan' pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit. Namun, ia mengklaim kerangkeng manusia berukuran 6 x 6 meter yang terbagi dua kamar itu merupakan sel untuk membina pelaku penyalahgunaan narkoba.
Polisi menyebut kerangkeng manusia dimaksud belum memiliki izin dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menegaskan bahwa kerangkeng di rumah Terbit tidak bisa disebut sebagai tempat rehabilitasi.
Terhadap kasus ini, Komnas HAM telah melakukan penyelidikan yang mana hasilnya ditemukan sejumlah temuan, diantaranya adanya tindakan kekerasan dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo meraih Juara III Nasional BBNKT 2026 berkat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengolahan limbah daun teh.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima wilayah. Simak rincian suhu dan kelembapan setiap daerah.
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 26 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Juventus mengalahkan Lecce 2-0 pada pekan kedelapan Liga Italia 2026/2027. Gol McKennie dan Douglas Luiz membawa Bianconeri naik ke posisi ketujuh.