Advertisement
AS Blokir Hasil Penjualan Minyak Venezuela Lewat Rekening Khusus
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON—Amerika Serikat menempatkan hasil penjualan minyak Venezuela ke dalam rekening khusus yang nantinya akan berada di bawah kendali Departemen Keuangan AS. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari mekanisme sanksi ekonomi yang diberlakukan Washington terhadap sektor energi Venezuela.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa setiap pergerakan minyak Venezuela yang terkena sanksi wajib memperoleh izin dari pemerintah Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikannya dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS yang membahas situasi Venezuela, Rabu (28/1/2026).
Advertisement
“Minyak yang dikenai sanksi adalah minyak yang pergerakannya memerlukan izin Amerika Serikat,” ujar Rubio.
Menurut Rubio, minyak Venezuela yang diekspor tersebut dijual dengan harga pasar internasional dan tidak lagi menggunakan skema harga diskon sebagaimana yang sebelumnya diberlakukan terhadap negara tersebut. Seluruh hasil penjualan kemudian disetorkan ke rekening khusus yang status akhirnya akan diblokir oleh Departemen Keuangan AS.
BACA JUGA
“Minyak tersebut, termasuk hasil penjualannya yang dijual dengan harga pasar dan bukan dengan harga diskon seperti yang sebelumnya harus dilakukan Venezuela, disetorkan ke dalam sebuah rekening yang pada akhirnya akan menjadi rekening yang diblokir oleh Departemen Keuangan AS di Amerika Serikat,” kata Rubio menambahkan.
Ia menjelaskan, akses terhadap dana hasil penjualan minyak tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung oleh otoritas Venezuela. Pemerintah Venezuela diwajibkan mengajukan permohonan resmi yang memuat perincian penggunaan dana sebelum dapat memperoleh izin pencairan.
Selain itu, sebagian dana hasil penjualan minyak Venezuela akan dialokasikan untuk keperluan audit. Proses audit tersebut dilakukan guna memastikan bahwa penggunaan dana benar-benar sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang telah disetujui oleh otoritas Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Libur Lebaran, Mas Marrel Minta Wisatawan Ikut Jaga Kebersihan Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Rest Area Industropolis Batang Dibuka, Pemudik Nikmati View Laut
- Inter Ditahan Atalanta 1-1, Jarak dengan AC Milan Terancam
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Atletico Madrid Menang 1-0 atas Getafe, Molina Jadi Penentu
- Bayern Ditahan Leverkusen 1-1, Dortmund Menang 2-0 atas Augsburg
- Jadwal Imsakiyah Jogja 15 Maret 2026, Cek Waktu Sahur dan Buka
Advertisement
Advertisement








